MEGAPOLIS.ID, TABALONG – “Kakak, besok datang lagi ya?” Kalimat sederhana itu keluar dari salah satu anak Panti Asuhan Khusnul Khuluq Hidayatullah, Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, usai kegiatan SAGENSA (Satu GenRe Satu Sahabat), belum lama tadi.
SAGENSA adalah program pendampingan interaktif berbasis GenRe yang lahir dari kepedulian terhadap anak dan remaja yang tumbuh tanpa sosok pembimbing. Data Dinas Sosial Kalimantan Selatan mencatat 1.427 anak telantar di provinsi itu.
Banyak dari mereka kehilangan arah, mengabaikan kesehatan, dan perlahan padam harapannya. Mengusung konsep “Berbagi Nutrisi, Menumbuhkan Mimpi”, SAGENSA hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi menjadi sahabat yang mendampingi anak dan remaja untuk kembali percaya bahwa masa depan tetap layak diperjuangkan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Bagus Aubrey Atha Rekasina, Wakil II Duta GenRe Kabupaten Tabalong 2025, dan melibatkan 28 relawan muda dari berbagai elemen: mahasiswa, PIK-R, pelajar, hingga masyarakat umum. Sebanyak puluhan anak dan remaja panti asuhan menjadi penerima manfaat.
Sebelum turun ke lapangan, para relawan diberi pembekalan singkat tentang GenRe dan cara mendampingi anak. Materi meliputi TRIAD KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) bahaya pernikahan dini, seks pra-nikah, dan NAPZA serta life skill dan teknik pendampingan sahabat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan materi perencanaan masa depan dan gizi seimbang. Anak-anak didampingi relawan sebagai sahabat yang mendengarkan. Momen paling berkesan adalah sesi Pohon Mimpi, tempat anak-anak menuliskan cita-cita dan komitmen merekaada yang ingin menjadi dokter, guru, polisi, hingga membahagiakan keluarga. Suasana semakin ceria lewat games edukasi gizi, termasuk menebak nama buah. Sebagai aksi nyata, kegiatan ditutup dengan pemberian makanan sehat dan susu.
Salah satu anak panti, Adit, mengaku senang. “Kakak-kakaknya baik semua. Kami jadi tahu tentang gizi dan cara merencanakan masa depan. Semoga kakak relawan datang lagi,” ujarnya.
Ketua Yayasan, Juniansyah, turut mengapresiasi. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Anak-anak kami jadi lebih tahu tentang gizi dan siap merencanakan masa depannya,” katanya.
Dampak positif juga dirasakan relawan. Tiya, seorang relawan SAGENSA, menyebut ini pengalaman pertamanya mendampingi kelompok rentan. “Kegiatan ini sangat baik dan pertama kali diadakan di Kabupaten Tabalong. Ini membuka kesempatan bagi remaja untuk ikut berdampak bagi kelompok rentan,” ujarnya.
Relawan lain menambahkan, pembekalan yang diberikan sangat membantunya berinteraksi. “Kami belajar mendengarkan dan memahami mereka. Ternyata dampaknya juga besar untuk kami,” katanya.
Ke depan, SAGENSA akan terus berkolaborasi dengan lembaga CSR, NGO, BKKBN, dan Dinas Pendidikan/Kesehatan untuk pendanaan, kebijakan, serta akses lokasi. SAGENSA juga ditargetkan hadir di setiap sekolah dan wilayah di Kalimantan Selatan, menjangkau anak jalanan, kelompok rentan, remaja, ibu hamil, dan orang tua melalui SAGENSA Bergerak. Selain itu, peserta akan menerima Kartu Sehat SAGENSA sebagai bekal praktis, serta akses informasi pendidikan dan beasiswa, terutama bagi anak jalanan dan kelompok rentan, sehingga dapat meringankan beban pendidikan mereka.
“Kami ingin SAGENSA hadir di setiap wilayah, menjangkau lebih banyak anak jalanan, kelompok rentan, dan remaja yang tidak mendapatkan informasi gizi. Satu langkah kecil dari kita, bisa menjadi lompatan besar bagi masa depan mereka,” pungkas Bagus Aubrey Atha Rekasina.(rls)
Diterbitkan tanggal 16 September 2026 by admin













Discussion about this post