MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Pakaian adat, makanan daerah, bahasa, praktik ibadah, produk masyarakat, hingga isu ekologis hadir berdampingan dalam satu ruang yang sama di Religi Expo ke-11 LK3 Banjarmasin. Sekitar 33 stand yang hadir menjadi titik temu berbagai komunitas untuk memperkenalkan identitasnya.
Selama tiga hari, pengunjung tidak hanya disuguhi tampilan keagamaan. Dari satu stand ke stand lainnya, mereka menemukan cerita yang berbeda.
Di stand Vihara Dhammasoka misalnya, Expo Religi menjadi kesempatan untuk memperkenalkan agama Buddha secara lebih dekat. Dimulai dari mengenalkan cara ummat Budha beribadah, sampai dengan ornamen Budhisme lainnya.
Bryan Tanu Wijaya (15), perwakilan Vihara Dhammasoka, mengatakan Expo Religi memberi kesempatan bagi komunitasnya untuk bertemu dengan masyarakat langsung. Hingga akhirnya, bisa lebih luwes unruk mengenalkan agamanya.
“Hadirnya di Religi Expo ini membantu kami untuk memperkenalkan diri langsung ke masyarakat yang datang. Kami akhirnya bisa menjelaskan cara beribadah dan lainnya,” terangnya.
Bagi Vihara Dhammasoka, memperkenalkan identitas tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMP juga mendapat ruang untuk menampilkan identitas keagamaan sekaligus memperkenalkan sekolah mereka kepada pengunjung.
“Sekolah-sekolah kami dari SD-SMP juga dapat dengan bebas menampilkan identitas keagamaan kami di Religi Expo ini,” lanjutnya.

Begitu pula yang terjadi di stand Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA). Mereka memilih menampilkan budayanya melalui pakaian adat, makanan daerah, dan bahasa.
Karen Yawan (22), perwakilan IMAPA, menuturkan sengaja menjadikan ruang ini untuk menampilkan kekayaan identitas komunitasnya.
“Kami sangat suka dan terbantu dengan kegiatan Religi Expo ini karena kami dapat menampilkan kebudayaan kami” ujar Karen.
Justru, kesan lainnya hadir dari stand yang dibuka oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalsel. Di stand, WALHI memilih menonjolkan produk komunitas dampingannya. Mulai dari Kopi asal Tapin dan merchandise kampanye lingkungannya.

Tamsi, salah satu staff WALHI Kalsel mengatakan keramaian pengunjung di tiga hari Expo Religi ini jadi cara baru untuk berkampanye. Sekaligus menyampaikan isu yang selama ini mereka kampanyekan.
“Sampai sekarang banyak aja pengunjung yang singgah. Kami juga bisa mengampanyekan isu-isu lingkungan dan isu masyarakat adat terkait penolakan taman nasional kepada para pengunjung,” ujar Tamsi.
Sekadar informasi, Expo Religi LK3 Banjarmasin berlangsung pada 25–27 September 2026 dan diikuti oleh komunitas lintas agama di Banjarmasin.
Bertemakan “MERAKIT: Menjaga Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi”. Didukung oleh M21, LK3, PSMTI, The Asia Foundation, SETARA Institute, Mie Sedaap, TOP kopi, dan Gadget Mart.(Rizky)
Diterbitkan tanggal 28 September 2026 by admin












Discussion about this post