Megapolis
Iklan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
Megapolis
No Result
View All Result
Home Hukum & Peristiwa

Dugaan Kekerasan Seksual, Eks Pimpinan Pesantren di NTB Penuhi Panggilan Polisi

admin by admin
Senin, 28 September 2026 - 17:06
di Hukum & Peristiwa, Nasional
0
Dugaan Kekerasan Seksual, Eks Pimpinan Pesantren di NTB Penuhi Panggilan Polisi

FOTO ILUSTRASI/NET

41
SHARES
652
VIEWS

MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – Setelah sempat mangkir karena alasan sakit, eks pimpinan sebuah pesantren di Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Imanuddin Sumar alias AIS atau abah, akhirnya memenuhi panggilan tim penyidik Polres Lombok Tengah, Senin (28/9/2026) pagi.

Dia diperiksa terkait tuduhan terhadap dirinya dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santri perempuannya.

Dari pantauan BBC News Indonesia, Imanuddin tiba di ruangan Satreskrim Polres Lombok Barat sekitar pukul 07.30 WITA.

Laporan-laporan media menyebut dia didampingi pengacara dan istrinya. AIS disebut mengenakan surban dan jubah putih, serta bersarung.

Belum ada keterangan polisi dan kuasa hukum Imanuddin tentang materi dan proses pemeriksaan tersebut. Dia disebut diperiksa sebagai saksi.

Sampai sekitar pukul 12.30 WIB, pemeriksaan masih berlangsung.

Imanuddin sebelumnya mangkir pada pemeriksaan pertama pada Kamis (24/09) lalu, karena alasan sakit, kata kuasa hukumnya.

Yuda Adiya Maatfa, kuasa hukumnya, meminta pemeriksaan itu ditunda.

Istrinya, Hurmiyati, juga tidak hadir pada pemeriksaan pada Rabu (23/09) dan Kamis lalu.

Nama Imanuddin alias AIS belakangan dikaitkan dengan berbagai tuduhan dugaan kekerasan seksual terhadap santri atau murid perempuannya.

Hal itu terungkap setelah beberapa bekas santri di pesantren tersebut, termasuk yang menjadi korban, mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan keterlibatan AIS.

Seperti yang terungkap dalam investigasi BBC Eye, para santri itu kemudian berani bersuara, walaupun mereka mengaku diintimidasi dan dipaksa bungkam.

Terungkapnya kasus dugaan kekerasan seksual di pesantren itu ditanggapi oleh AIS sebagai “tuduhan” yang “tidak benar dan tidak mendasar”.

Dia mengutarakan hal itu dalam jumpa pers pada Rabu (23/09).

Menanggapi hasil liputan BBC Eye, dia menegaskan rekaman suaranya “bukanlah sebuah pengakuan” melainkan “upaya tabayyun (klarifikasi) langsung yang saya lakukan bersama saudara Yusron dan santri-santri yang diduga menjadi korban”.

Dalam jumpa pers itu, dia juga berkata “siap menghadapi sendiri seluruh proses hukum yang sedang berjalan demi membuktikan kebenaran yang sesungguhnya secara objektif”.

Ketika kasus ini terungkap dan menyedot perhatian, Imanuddin mundur dari posisinya sebagai pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat di Desa Bunkate, Lombok Tengah.

Posisinya kemudian digantikan oleh Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi pada Jumat (25/09).

TGB dikenal sebagai pemuka agama di NTB dan mantan gubernur provinsi tersebut.

Dia juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), salah-satu ormas terbesar di NTB.

Setelah dipercaya untuk mengambil alih kepemimpinan di ponpes tersebut, TGB berjanji “akan mengawal” proses hukumnya.

Korban Meminta Perlindungan ke LPSK

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, NTB, mengatakan, sampai Sabtu (26/09) lalu, jumlah orang yang menyebut dirinya sebagai korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barakat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, bertambah menjadi 15 orang.

Dari total 15 orang itu, menurut LPA, 10 diantaranya adalah korban yang baru melapor.

“Pada Sabtu (26/09), ada lima orang yang diperiksa sebagai saksi korban,” kata Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi, Sabtu (26/09).

LPA Kota Mataram telah mengajukan permintaan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terhadap para korban dugaan pelecehan seksual.

“Korban yang kita ajukan perlindungannya berinisial S, alumni Ponpes Abul Barakat,” ujar Joko Jumadi, Sabtu (26/09).

Upaya ini, lanjutnya, sebagai langkah awal membuka ruang bagi korban lainnya untuk berani menyampaikan kesaksian.

Sampai Senin (28/09) siang, tim penyidik Polres Lombok Tengah belum menjelaskan berapa jumlah korban yang sudah diperiksa.

Namun Sabtu (26/09) lalu, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean mengatakan, jumlah korban yang telah melapor bertambah empat orang.

Dengan demikian, total pelapor yang didampingi dalam perkara tersebut kini menjadi sembilan orang.

Dukungan kepada Korban Terus Mengalir

Dukungan supaya kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan seksual yang diduga melibatkan pimpinan sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, NTB, terus mengalir. Kali ini, dukungan itu disuarakan oleh Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Sebelumnya, dukungan terhadap upaya proses hukum dalam kasus ini disuarakan oleh Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Lombok Tengah.

Pada Jumat (25/09), setelah dipercaya untuk mengambil alih kepemimpinan di Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat di Desa Bunkate, Lombok Tengah, TGB menyatakan “akan mengawal” proses hukumnya.

“Harus kita dorong penegakan hukumnya, di dorong betul-betul,” kata Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi kepada wartawan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (25/09).

“Dan semua kita mengawal, apalagi kita mendengar bahwa sudah ada tambahan bukti terkait dugaan kekerasan seksual],” tambahnya.

TGB dikenal sebagai pemuka agama di NTB dan mantan gubernur provinsi tersebut.

Dia juga merupakan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).

TGB menegaskan hal itu setelah dirinya dipercaya mengambil alih kepemimpinan di Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, NTB, Jumat (25/09).

Keputusan ini diambil setelah pimpinan ponpes tersebut, Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, mundur dari jabatannya, Rabu (23/09).

Pada Selasa (22/09), Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaen, mengatakan:

“Penanganan perkara ini akan menjadi prioritas utama, kami juga mengawal hak-hak para santri yang mungkin takut melaporkan.”

Punguan mengatakan sejak dilaporkan pertama kali Februari 2025 silam, pihaknya sudah menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan awal.

Lebih lanjut Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengatakan, dirinya berharap para korban dalam kasus kekerasan seksual ini “mendapatkan keadilan”.

“Karena memang keadilan itu harus tegak,” tegasnya di hadapan wartawan, Jumat (25/09).

Dia lalu bercerita: “Saya punya anak lima perempuan. Jadi saya tahu persis. Saya tahu persis namanya harga dari kehormatan adik-adik kita.”

“Jadi, saya tadi ngajak kita semua baca al-fatihah. Supaya siapa pun yang merasa terzolimi dan menjadi korban bisa dapat keadilan. Karena memang keadilan itu harus tegak.”

TGB lalu berharap proses hukum yang sedang berjalan ini dapat mengungkap “kebenaran”.

“Dan kita berharap semua korban-korban bisa segera dapat keadilan dan pulih dari trauma,” tegasnya.

TGB berharap proses hukum dapat segera mengungkap fakta dan kebenaran dalam perkara tersebut. Menurut dia, putusan hukum nantinya menjadi bagian penting untuk mengetahui perkara secara lebih jelas.

Namun dia tidak ingin memberikan banyak komentar tentang proses hukum yang sedang berjalan. Dia memilih menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Apalagi tambahan alat bukti kan itu saja, saya tidak mau ikut campur, yang jelas beliau (AIS) sudah lepas sama sekali terkait dengan pondok pesantren ini,” ungkap TGB.

Dia juga berharap Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat tetap dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Insyaallah pondok pesantren ini akan terus maju dan akan membawa kemaslahatan bagi,” ujar TGB.

Dia juga meminta masyarakat dapat memilah antara pertanggungjawaban secara individu dan keberadaan ponpes tersebut.

“Pertanggungjawaban individu harus didorong pertanggungjawabannya benar-benar,” kata TGB.(sumber: BBC)

Diterbitkan tanggal 28 September 2026 by admin

Tags: Dugaan Kekerasan SeksualEks Pimpinan Pesantren di NTB
Berita Sebelumnya

BPGMN Dibentuk, Seberapa Efektif Cegah Karhutla Berulang?

Berita Berikutnya

Melihat Keberagaman di Religi Expo Ke-11 LK3 Banjarmasin

admin

admin

Berita Berikutnya
Melihat Keberagaman di Religi Expo Ke-11 LK3 Banjarmasin

Melihat Keberagaman di Religi Expo Ke-11 LK3 Banjarmasin

Discussion about this post

Widget weather
  • Trending
  • Komentar
  • Terbaru
Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

22 Desember 2025
Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

16 April 2025
Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

30 Mei 2025
Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

20 September 2024
Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

0
Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

0
Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

0
Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

0
Luka di Panggung Amal: Pelecehan, “Gimmick” Punk, dan Jurang Antara Ideal dengan Praktik

Luka di Panggung Amal: Pelecehan, “Gimmick” Punk, dan Jurang Antara Ideal dengan Praktik

28 September 2026
Melihat Keberagaman di Religi Expo Ke-11 LK3 Banjarmasin

Melihat Keberagaman di Religi Expo Ke-11 LK3 Banjarmasin

28 September 2026
Dugaan Kekerasan Seksual, Eks Pimpinan Pesantren di NTB Penuhi Panggilan Polisi

Dugaan Kekerasan Seksual, Eks Pimpinan Pesantren di NTB Penuhi Panggilan Polisi

28 September 2026
BPGMN Dibentuk, Seberapa Efektif Cegah Karhutla Berulang?

BPGMN Dibentuk, Seberapa Efektif Cegah Karhutla Berulang?

28 September 2026

Berita Baru

Luka di Panggung Amal: Pelecehan, “Gimmick” Punk, dan Jurang Antara Ideal dengan Praktik

Luka di Panggung Amal: Pelecehan, “Gimmick” Punk, dan Jurang Antara Ideal dengan Praktik

28 September 2026
Melihat Keberagaman di Religi Expo Ke-11 LK3 Banjarmasin

Melihat Keberagaman di Religi Expo Ke-11 LK3 Banjarmasin

28 September 2026
Dugaan Kekerasan Seksual, Eks Pimpinan Pesantren di NTB Penuhi Panggilan Polisi

Dugaan Kekerasan Seksual, Eks Pimpinan Pesantren di NTB Penuhi Panggilan Polisi

28 September 2026
BPGMN Dibentuk, Seberapa Efektif Cegah Karhutla Berulang?

BPGMN Dibentuk, Seberapa Efektif Cegah Karhutla Berulang?

28 September 2026
Megapolis

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.

  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.