Megapolis
Iklan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
Megapolis
No Result
View All Result
Home Sport

Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026, Bukti Asia Tak Lagi Kekuatan Utama di Bulu Tangkis?

Muhamad Samani by Muhamad Samani
Jumat, 1 Mei 2026 - 21:12
di Sport
0
Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026, Bukti Asia Tak Lagi Kekuatan Utama di Bulu Tangkis?

Tim bulu tangkis Indonesia di Piala Thomas 2026. (Foto: PBSI)

60
SHARES
1k
VIEWS

MEGAPOLIS.ID, KUALA LUMPUR – Legenda tunggal putra Malaysia, Ong Ewe Hock, mengeluarkan peringatan keras bagi skuad negaranya menyusul peta kekuatan bulu tangkis dunia yang kini telah berubah total. Menurut Ong Ewe, kegagalan tragis Indonesia di Piala Thomas 2026 menjadi sinyal nyata bahwa negara-negara tradisional tidak lagi bisa merasa aman dengan status mereka.

Pernyataan ini muncul setelah Indonesia, pemegang 14 gelar Piala Thomas, secara mengejutkan lumat 1-4 di tangan Prancis pada laga terakhir Grup D di Forum Horsens, Denmark, Selasa 28 April 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak turnamen ini dimulai pada 1949, Tim Merah Putih harus tersingkir lebih awal di fase grup.

Bagi Ewe Hock, fenomena ini adalah bukti sahih bahwa dominasi Asia telah dipatahkan oleh investasi besar negara-negara yang dulunya dianggap anak bawang.

1. Runtuhnya Monopoli Empat Raksasa Dunia

Ewe Hock menyoroti status bulu tangkis sebagai cabang olahraga Olimpiade sejak 1992 telah memicu negara-negara seperti Taiwan, Jepang, Thailand, hingga India untuk serius membangun kekuatan. Munculnya kekuatan baru dari Eropa seperti Prancis semakin menegaskan era di mana juara hanya berputar di antara Malaysia, Indonesia, China, dan Denmark telah usai.

“Era bulu tangkis tidak seperti dulu lagi. Sebelumnya, bulu tangkis hanya dikuasai oleh Asia, tetapi sekarang karena sudah menjadi olahraga medali Olimpiade, semua orang fokus padanya,” ujar Ong Ewe Hock, mengutip dari New Straits Times, Kamis (30/4/2026).

“Sebelumnya, juaranya hanya Malaysia, Indonesia, China, dan Denmark, tetapi sekarang Anda bisa melihat negara lain juga bisa menjadi juara,” tambahnya.

2. Krisis Kedalaman Skuad Tunggal Putra Malaysia

Selain menyoroti peta persaingan global, Ewe Hock juga memberikan kritik pedas terhadap struktur internal Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM). Ia menilai Malaysia berisiko mengalami nasib serupa dengan Indonesia jika tidak segera membenahi sektor tunggal putra.

Menurut Ewe Hock, percuma mendatangkan pelatih kelas dunia seperti Kenneth Jonassen jika tidak ada stok pemain yang cukup untuk ditempa.

“Kami telah mengambil salah satu pelatih terbaik di dunia, Kenneth Jonassen di BAM, tetapi kami tidak memiliki cukup pemain untuk dia latih. Jadi bagaimana dia bisa membuat mereka hebat? Jika ingin menjadi hebat, butuh waktu tiga hingga lima tahun lagi,” tegas Ewe Hock.

Ewe Hock membandingkan kondisi Malaysia dengan Taiwan yang saat ini memiliki tiga pemain tunggal di peringkat 20 besar dunia. Solusi yang ditawarkan Ewe Hock adalah dengan memperbanyak kuantitas pemain terlebih dahulu sebelum menuntut kualitas.

“Mulai sekarang, kita perlu merekrut lebih banyak pemain. Jangan bicara kualitas dulu, kita butuh kuantitas dulu, karena dari kuantitas Anda akan mendapatkan kualitas,” pungkasnya.

(Okezone)

Diterbitkan tanggal 1 Mei 2026 by Muhamad Samani

Tags: Bulu TangkisOng Ewe HockPiala Thomas 2026Piala Thomas dan UberTim Bulu Tangkis Indonesia
Berita Sebelumnya

Menang di Jerez, Alex Marquez Langsung Pasang Target Tinggi di Motogp 2026

Berita Berikutnya

May Day Banjarmasin 2026, Jalin Kebersamaan dan Teguhkan Perlindungan Hak Pekerja

Muhamad Samani

Muhamad Samani

Berita Berikutnya
May Day Banjarmasin 2026, Jalin Kebersamaan dan Teguhkan Perlindungan Hak Pekerja

May Day Banjarmasin 2026, Jalin Kebersamaan dan Teguhkan Perlindungan Hak Pekerja

Discussion about this post

Widget weather
  • Trending
  • Komentar
  • Terbaru
Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

22 Desember 2025
Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

16 April 2025
Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

30 Mei 2025
Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

20 September 2024
Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

0
Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

0
Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

0
Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

0
May Day Banjarmasin 2026, Jalin Kebersamaan dan Teguhkan Perlindungan Hak Pekerja

May Day Banjarmasin 2026, Jalin Kebersamaan dan Teguhkan Perlindungan Hak Pekerja

1 Mei 2026
Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026, Bukti Asia Tak Lagi Kekuatan Utama di Bulu Tangkis?

Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026, Bukti Asia Tak Lagi Kekuatan Utama di Bulu Tangkis?

1 Mei 2026
Menang di Jerez, Alex Marquez Langsung Pasang Target Tinggi di Motogp 2026

Menang di Jerez, Alex Marquez Langsung Pasang Target Tinggi di Motogp 2026

1 Mei 2026
Marco Bezzecchi vs Marc Marquez Perebutkan Gelar Juara MotoGP 2026, Jorge Martin Jadi Kuda Hitam!

Marco Bezzecchi vs Marc Marquez Perebutkan Gelar Juara MotoGP 2026, Jorge Martin Jadi Kuda Hitam!

1 Mei 2026

Berita Baru

May Day Banjarmasin 2026, Jalin Kebersamaan dan Teguhkan Perlindungan Hak Pekerja

May Day Banjarmasin 2026, Jalin Kebersamaan dan Teguhkan Perlindungan Hak Pekerja

1 Mei 2026
Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026, Bukti Asia Tak Lagi Kekuatan Utama di Bulu Tangkis?

Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026, Bukti Asia Tak Lagi Kekuatan Utama di Bulu Tangkis?

1 Mei 2026
Menang di Jerez, Alex Marquez Langsung Pasang Target Tinggi di Motogp 2026

Menang di Jerez, Alex Marquez Langsung Pasang Target Tinggi di Motogp 2026

1 Mei 2026
Marco Bezzecchi vs Marc Marquez Perebutkan Gelar Juara MotoGP 2026, Jorge Martin Jadi Kuda Hitam!

Marco Bezzecchi vs Marc Marquez Perebutkan Gelar Juara MotoGP 2026, Jorge Martin Jadi Kuda Hitam!

1 Mei 2026
Megapolis

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.

  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.