Megapolis
Iklan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
Megapolis
No Result
View All Result
Home Kalimantan

Chanee Kalaweit Pertanyakan Data Kebakaran: Bagaimana 639 Hektare Bisa Selimuti Kalimantan dengan Asap?

admin by admin
Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:58
di Kalimantan
0
Chanee Kalaweit Pertanyakan Data Kebakaran: Bagaimana 639 Hektare Bisa Selimuti Kalimantan dengan Asap?

Aktivis Lingkungan, Chanee Kalaweit

38
SHARES
548
VIEWS

MEGAPOLIS.ID, PALANGKA RAYA – Aktivis lingkungan Chanee Kalaweit mempertanyakan data resmi pemerintah mengenai luas lahan yang masih terbakar. Dalam unggahannya yang viral, ia secara terbuka menanyakan kepada Presiden Prabowo Subianto bagaimana mungkin hanya 639 hektare lahan yang sedang terbakar mampu menyelimuti sebagian besar Kalimantan dengan kabut asap tebal.

Ia menulis komentar dan tak lupa mentag akun Instagram Presiden Prabowo yang berbunyi:

“Maaf bertanya, Pak… Bagaimana mungkin 639 hektare lahan yang sedang terbakar mampu menyelimuti sebagian besar Kalimantan dengan asap?. Sekadar saran saya, tanpa mengurangi rasa hormat, dari pada menerima laporan, mungkin lebih Bapak Presiden bisa mengunduh aplikasi citra satelit yang sangat umum digunakan, seperti Windy atau Zoom Earth, untuk melihat kondisi kebakaran saat ini. Dari citra satelit tersebut, terlihat bahwa luas kebakaran yang terjadi saat ini tampaknya jauh lebih besar daripada hanya 639 hektare. Demikian pertanyaan saya dan saran saya. Terima kasih @prabowo,” tulisnya.

Pertanyaan tersebut muncul setelah Kepala BNPB Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo pada Senin (12/10/2026) bahwa luas lahan yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi prioritas lahan gambut tercatat 639,23 hektare.

Apa Arti Angka 639 Hektare?

Angka tersebut bukan total luas lahan yang terbakar sepanjang musim kemarau 2026. Berdasarkan tabel resmi yang ditampilkan dalam rapat, berikut rinciannya:

Akumulasi luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas (Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau) mencapai sekitar 129.899 hektare (gabungan data SiPongi dan pengukuran manual lapangan). Luas yang sudah berhasil dipadamkan sekira129.260 hektare. Sisa yang masih ditangani Satgas per 12 Oktober 2026 sekira 639,23 hektare.

Dari jumlah tersebut, yang terbesar berada di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan, Kalimantan Tengah, dengan luas 513,89 hektare. Kebakaran di kawasan tersebut merupakan titik baru yang ditemukan dan sebagian besar berada di lahan mineral, bukan gambut.

Pada Rabu (14/10/2026), BNPB memperbarui angka lahan yang masih ditangani menjadi sekitar 663 hektare. Fokus penanganan tetap di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Kementerian Kehutanan menyatakan data total luas terbakar secara nasional masih dalam proses penghitungan.

Presiden Prabowo sendiri sempat mengonfirmasi ulang angka tersebut karena sebelumnya mengira luas yang masih terbakar masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu hektare.

Realitas di Lapangan: Kabut Asap Masih Mengancam

Meski angka area yang masih aktif dipadamkan sudah jauh menurun, kondisi di lapangan masih memprihatinkan.

Di Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, kabut asap tetap pekat.

Konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 1.700–2.500 µg/m³, masuk kategori berbahaya hingga sangat berbahaya. Jarak pandang turun hingga 150–200 meter. Langit berubah menjadi kuning hingga oranye.

Warga mengeluhkan sesak napas, mata perih, dan aroma khas gambut terbakar meskipun sudah memakai masker. Pengemudi ojek online, petugas kebersihan, dan pegawai swasta tetap harus beraktivitas di luar ruangan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berulang kali diperpanjang.

Akhmad Badawi, warga Kabupaten Lamandau menuturkan, kabut asap yang kian pekat sangat menganggu aktivitasnya.

“Sejak kabut asap melanda Kabupaten Lamandau, pendapatan kami sebagai pedagang menurun. Sangat berdampak terhadap sektor ekonomi,” ujarnya.

Warga lainnya, Winda Aldina mengatakan, kabut asap berdampak terhadap kondisi kesehatan dan produktivas. “Hingga hari ini kebakaran hutan dan lahan masih terjadi,” ujar wanita yang berprofesi sebagai pengajar dan penyanyi ini.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat secara kumulatif 283.270 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla hingga 13 Oktober 2026. Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan kasus tertinggi.

Mengapa Asap Tetap Tebal?

Pakar dan pengamat menjelaskan bahwa kebakaran di lahan gambut bersifat smoldering (membara di bawah permukaan). Bara api yang sudah tidak terlihat di permukaan masih bisa terus mengeluarkan asap dalam jumlah besar dan terbawa angin jauh. Hotspot satelit juga masih terdeteksi dalam jumlah ribuan di Kalimantan Tengah, meskipun tidak semua langsung menjadi area pemadaman aktif Satgas.

Citra satelit publik seperti Windy dan Zoom Earth yang disarankan Chanee memang menunjukkan sebaran asap dan anomali suhu yang jauh lebih luas dibanding angka “lahan yang masih ditangani”.

Antara Data Resmi dan Pengalaman Masyarakat

Pertanyaan Chanee Kalaweit menyoroti kesenjangan antara data resmi pemerintah tentang “area yang masih ditangani” dengan realitas yang dirasakan masyarakat sehari-hari. Kedua data tersebut bisa benar secara bersamaan: luas api aktif yang sedang dipadamkan memang sudah berkurang drastis, namun dampak kabut asap terhadap kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat masih sangat berat.

Hingga Rabu (14/10/2026), pemerintah terus mengerahkan ribuan personel, helikopter water bombing, serta Operasi Modifikasi Cuaca. Namun warga di Kalimantan masih menunggu kabut asap benar-benar menipis dan kualitas udara kembali aman untuk dihirup.(Rizky/berbagai sumber)

Diterbitkan tanggal 14 Oktober 2026 by admin

Tags: Chanee KalaweitKabut Asap KalimantanKarhutla
Berita Sebelumnya

MoU BPR se-Kalsel, Gubernur Muhidin Dorong Penguatan Layanan Pemodalan Masyarakat

Berita Berikutnya

Terbengkalai, Bangunan Bambu di Kampung Ketupat Dibongkar

admin

admin

Berita Berikutnya
Terbengkalai, Bangunan Bambu di Kampung Ketupat Dibongkar

Terbengkalai, Bangunan Bambu di Kampung Ketupat Dibongkar

Discussion about this post

Widget weather
  • Trending
  • Komentar
  • Terbaru
Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

22 Desember 2025
Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

16 April 2025
Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

30 Mei 2025
Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

20 September 2024
Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

0
Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

0
Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

0
Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

0
Terbengkalai, Bangunan Bambu di Kampung Ketupat Dibongkar

Terbengkalai, Bangunan Bambu di Kampung Ketupat Dibongkar

14 Oktober 2026
Chanee Kalaweit Pertanyakan Data Kebakaran: Bagaimana 639 Hektare Bisa Selimuti Kalimantan dengan Asap?

Chanee Kalaweit Pertanyakan Data Kebakaran: Bagaimana 639 Hektare Bisa Selimuti Kalimantan dengan Asap?

14 Oktober 2026
MoU BPR se-Kalsel, Gubernur Muhidin Dorong Penguatan Layanan Pemodalan Masyarakat

MoU BPR se-Kalsel, Gubernur Muhidin Dorong Penguatan Layanan Pemodalan Masyarakat

14 Oktober 2026
Honda HR-V Rental Diduga Digadaikan Rp80 Juta, Linda Cs Diadili

Honda HR-V Rental Diduga Digadaikan Rp80 Juta, Linda Cs Diadili

14 Oktober 2026

Berita Baru

Terbengkalai, Bangunan Bambu di Kampung Ketupat Dibongkar

Terbengkalai, Bangunan Bambu di Kampung Ketupat Dibongkar

14 Oktober 2026
Chanee Kalaweit Pertanyakan Data Kebakaran: Bagaimana 639 Hektare Bisa Selimuti Kalimantan dengan Asap?

Chanee Kalaweit Pertanyakan Data Kebakaran: Bagaimana 639 Hektare Bisa Selimuti Kalimantan dengan Asap?

14 Oktober 2026
MoU BPR se-Kalsel, Gubernur Muhidin Dorong Penguatan Layanan Pemodalan Masyarakat

MoU BPR se-Kalsel, Gubernur Muhidin Dorong Penguatan Layanan Pemodalan Masyarakat

14 Oktober 2026
Honda HR-V Rental Diduga Digadaikan Rp80 Juta, Linda Cs Diadili

Honda HR-V Rental Diduga Digadaikan Rp80 Juta, Linda Cs Diadili

14 Oktober 2026
Megapolis

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.

  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.