MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Masih dalam rangkaian Pra Bienalle Kalimantan bertempat di gedung Warga Sari, sebuah ruang edukatif coba dihadirkan oleh Pra Bienalle Kalimantan. Bukan cuma menyelami karya dan instalasi para perupa, namun memantik bagaimana audiens merespons dari sisi edukatif.
Dalam demo edukasi melukis bersama Moses, alih alih mengangkat tema berat soal melukis. Moses berangkat dengan wahana sederhana dimulai mengenalkan bahan dan mengajak pengunjung untuk menggambar muka. Setelah bentuk interpretasi muka selesai, ia menambah sedikit warna dalam canvas yang disiapkan.
Perupa yang karyanya nangkring di Pra Bienalle dengan judul wrong ini membuka sesinya jam 18.00 WITA, Rabu (19/8)2026 bertempat di depan gedung Warga Sari Taman Budaya Kalsel.
Sembari menambahkan detail di canvas ia pun mempersilakan audiens bertanya. Banyak yang bertanya diantaranya bagaimana mengatasi distraksi atau menerapkan gagasan dalam kanvas. Pria yang sempat mengenyam pendidikan seni melukis ini pun dengan ramah menjawab satu persatu pertanyaan audiens.
“Proses yang penting, akupun berawal dari otodidak. Sejak SD aku memang senang melukis dan sadar perlu meningkatkan skill, paling tidak pendidikan dasar tentang melukis harus ku pelajari juga,” ungkapnya.
Sembari menggores kuasnya ia pun merespons pertanyaan seorang pengunjung yang bercerita bahwa anaknya lebih senang menggambar anime daripada pemandangan. Sambil tersenyum ia menjawab “yang penting senang dulu, jangan dipaksakan. Fasilitasi minatnya agar terus bertumbuh”.

Ia menambahkan bahwa melukis cukup kompleks selain berbicara tema akan berangkat pada persentasi, namun baginya yang penting seniman tahu apa yang ingin dibicarakan, sehingga saat dalam fase kebingungan tahu apa yang harus dilakukan. “Ini perlu juga kontemplasi, karena untuk satu karya bisa menghabiskan waktu 3 bulan atau lebih ini diluar observasi dan lainnya. Soal mood kita yang harus belajar mengkondisikan mood itu, karena di ranah profesional kita tidak lagi bicara soal mood,” tambahnya.
Diakhir sesi ia menjelaskan poin penting yang jadi kunci edukasi karena tanpa teredukasi tidak akan lahir apresiasi. “Edukasi sangat penting, maka dari itu menekankan edukasi untuk regenerasi dan menumbuhkan minat dari hal-hal yang mendasar,” pungkasnya.(Rizky)
Diterbitkan tanggal 20 Agustus 2026 by admin












Discussion about this post