MEGAPOLIS.ID, KOTABARU– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru resmi meningkatkan status kliniknya menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Peresmian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Peresmian Klinik Lapas Kotabaru sebagai FKTP dilaksanakan di Aula Lapas Kelas IIA Kotabaru, Selasa (11/8/2026), bersamaan dengan launching Klinik Lapas Banjarbaru sebagai FKTP serta Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kotabaru dan Bapas Tanjung.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, secara langsung meresmikan Klinik Lapas Kotabaru dan Klinik Lapas Banjarbaru sebagai FKTP.
Sebelum prosesi peresmian, Erwedi juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah stakeholder yang selama ini memberikan dukungan dan kontribusi dalam penguatan pelayanan kesehatan maupun pelaksanaan tugas Pemasyarakatan.
Status FKTP menjadi bagian penting dalam penguatan layanan kesehatan di lingkungan Lapas. Dengan status tersebut, Klinik Lapas Kotabaru diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara lebih terintegrasi, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi WBP.
Erwedi Supriyatno mengatakan, peningkatan layanan kesehatan merupakan bagian dari pemenuhan hak WBP yang harus terus diperkuat.
“Dengan ditetapkannya Klinik Lapas sebagai FKTP, kita berharap pelayanan kesehatan dapat semakin mudah diakses, terintegrasi, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Sinergi dengan seluruh stakeholder harus terus diperkuat agar pelayanan Pemasyarakatan semakin optimal,” ujar Erwedi.
Menurutnya, keberadaan FKTP di lingkungan Lapas tidak hanya memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi WBP, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan kesehatan warga binaan mendapatkan penanganan secara cepat dan sesuai ketentuan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyambut positif peningkatan status Klinik Lapas Kotabaru menjadi FKTP.
Doni mengatakan, status tersebut menjadi momentum bagi Lapas Kotabaru untuk terus meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan bagi WBP.
“Dengan hadirnya Klinik Lapas sebagai FKTP, kami berharap pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan dapat semakin optimal. Tentu hal ini tidak dapat berjalan sendiri, sehingga sinergi dengan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan seluruh stakeholder akan terus kami perkuat,” kata Doni.
Doni menegaskan, Lapas Kotabaru berkomitmen menjadikan pelayanan kesehatan sebagai salah satu bagian penting dalam pemenuhan hak WBP. Dengan dukungan FKTP, pelayanan kesehatan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, terintegrasi, serta mampu memberikan penanganan awal terhadap kebutuhan kesehatan warga binaan.
Selain penguatan layanan kesehatan, rangkaian kegiatan tersebut juga ditandai dengan launching Bapas Kotabaru dan Bapas Tanjung. Kehadiran dua Bapas tersebut menjadi langkah untuk memperluas akses pembimbingan kemasyarakatan, pendampingan, penelitian kemasyarakatan, hingga proses reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan.(MIA)
Diterbitkan tanggal 12 Agustus 2026 by admin












Discussion about this post