MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Gelombang protes mahasiswa kembali memadati jalanan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Senin (15/6/2026).
Massa mulai memadati titik aksi sejak pukul 14.00 WITA setelah sebelumnya melakukan konsolidasi dan merapikan atribut di kawasan Patung Bakantan pada pukul 13.00 WITA.
Aksi turun ke jalan ini merupakan keputusan bulat dari konsolidasi matang yang digelar massa pada Jumat malam lalu di bawah jembatan flyover. Dalam unjuk rasa kali ini, ada empat poin tuntutan krusial yang dibawa untuk mendesak komitmen nyata dari para wakil rakyat.
Berikut 4 Tuntutan Utama Massa Aksi:
Pembatalan Program Makanan Bergizi Gratis & Operasi Merah Putih: Massa menilai program ini tidak tepat sasaran, memakan porsi anggaran yang terlalu besar, dan mencederai rasa keadilan bagi rakyat. Mereka mendesak pemerintah untuk mengembalikan prioritas anggaran ke sektor yang lebih krusial, seperti kesehatan dan pendidikan.
Penolakan Tegas Revisi UU Kepolisian: Massa menyatakan sikap menolak rancangan Undang-Undang Kepolisian yang baru saja direvisi.
Pemerataan Kesejahteraan Pendidikan: Mendeklarasikan desakan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan mutu pendidikan secara merata, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menuntut Komitmen 11 Wakil Rakyat Dapil Kalsel: Massa menuntut kehadiran fisik dari 11 anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kalsel untuk mendengar langsung jeritan masyarakat dan membawa aspirasi tersebut ke Senayan.
Selain empat poin di atas, aliansi ini juga menyelipkan mosi tidak percaya terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dengan menolak kenaikan harga BBM (subsidi maupun non-subsidi) serta menolak kenaikan harga bahan pokok. Bagi massa, isu ekonomi ini sudah menjadi beban nasional yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Korwil SI Kalsel Desak Anggota Dewan Bersikap Nyata
Rizky, aktivis dari STIHSA (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam) yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) SI Kalsel, mengawal langsung jalannya aksi dan menegaskan bahwa kehadiran serta komitmen tertulis dari 11 anggota dewan dapil Kalsel bersifat mutlak.
“Untuk 11 orang anggota dewan tadi, kami meminta kehadiran dan komitmen nyata mereka untuk mengawal bersama, serta menyampaikan tuntutan ini di Senayan sana,” tegas Rizky saat ditemui di lokasi aksi.
Menurutnya, isu-isu yang dibawa hari ini bukan lagi sekadar riak kecil di daerah. “Ini bukan lagi persoalan daerah, tetapi sudah menjadi persoalan nasional karena seluruh lapisan masyarakat merasakannya,” tambahnya.
Seruan Perjuangan Digital: “Lawan dengan Hati Nurani”
Sadar bahwa perjuangan hari ini kerap menghadapi tantangan di dunia maya, Korwil SI Kalsel ini juga menitipkan pesan pembakar semangat bagi rekan-rekan mahasiswa dan masyarakat yang bergerak lewat koridor media sosial.
“Mari kita berjuang bersama-sama. Paling tidak, ketika kita tidak bisa hadir langsung di jalanan, kita bisa ikut menggelorakan gerakan ini di media sosial. Kalaupun ruang digital juga terbelenggu, teman-teman bisa melawannya dengan hati nurani dan mendoakan keselamatan kami yang berjuang hari ini,” pungkasnya.(Rizky)
Diterbitkan tanggal 15 Juni 2026 by admin














Discussion about this post