Megapolis
Iklan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
Megapolis
No Result
View All Result
Home Ekbis

Ini Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 dan Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

admin by admin
Senin, 19 Oktober 2026 - 17:54
di Ekbis, Nasional
0
Ini Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 dan Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

FOTO ILUSTRASI/NET

52
SHARES
731
VIEWS

MEGAPOLIS.ID, JAKARTA- Pasar saham Indonesia masih bergerak bergejolak pada perdagangan Senin (19/10/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan harian terdalam dalam hampir tiga dekade terakhir pada akhir pekan lalu.

Pada pembukaan perdagangan hari ini IHSG dibuka anjlok tajam dan langsung ambruk 4,31% ke level 4.961,87 turun 223 poin poin dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level 5.863,78.

Ini merupakan kali pertama indeks balik ke level 4.900 semenjak pandemi covid mengguncang pasar keuangan. Level perdagangan hari ini tercatat terendah sejak Oktober 2020.

Emiten blue chip dengan kapitalisasi pasar besar tercatat masih menjadi pemberat kinerja IHSG. Saham BBCA, BBRI, BYAN, TLKM dan BBRI tercatat menjadi laggard perdagangan hari ini.

Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), IHSG ambles 11,6%. Ditambah koreksi hari ini, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah terpangkas 43% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), menjadikannya indeks dengan kinerja terburuk di dunia di antara indeks-indeks utama.

Kejatuhan tajam itu dipicu pengumuman MSCI yang menyatakan tengah mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori emerging markets menjadi pasar berstatus standalone.

Jika terealisasi, status standalone berisiko memutus akses Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terhadap aliran modal internasional. Indonesia juga akan dikelompokkan bersama pasar standalone lain seperti Lebanon dan Zimbabwe.

Sebelumnya, pada Januari lalu, MSCI sempat mengancam menurunkan Indonesia ke status frontier market karena minimnya transparansi kepemilikan saham dan perilaku perdagangan. Namun, dalam pernyataan terbarunya, MSCI menilai kurangnya kemajuan dalam membenahi persoalan tersebut membuat penurunan ke status frontier pun tidak lagi mencerminkan seriusnya masalah yang ada.

“Beban pembuktian kini telah bergeser. Untuk menghindari reklasifikasi, dibutuhkan bukti nyata bahwa reformasi yang diumumkan telah dijalankan secara konsisten dan memperbaiki fungsi pasar secara material,” tulis ahli strategi Goldman Sachs dalam risetnya, seperti dikutip dari Reuters.

BEI Pangkas Batas ARB

Merespons gejolak tersebut, BEI pada Senin (19/10/2026) memangkas batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7% dari sebelumnya 15%.

Menurut BEI, kebijakan ini diambil untuk memberi kesempatan bagi investor mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia, sehingga keputusan investasi dapat diambil berdasarkan fundamental ekonomi Indonesia.

Langkah tersebut diambil setelah regulator jasa keuangan menggelar pertemuan dengan pelaku pasar modal, termasuk analis dan ekonom, pada akhir pekan. Di sisi lain, pada Jumat lalu regulator juga mengumumkan sanksi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat manipulasi perdagangan saham tiga perusahaan.

Potensi Arus Keluar Rp100 Triliun

Goldman Sachs memperkirakan, jika Indonesia benar-benar dikeluarkan dari indeks MSCI, arus keluar dana pasif bisa mencapai US$5,6 miliar atau sekitar Rp100,8 triliun. Sementara itu, dana aktif yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan memegang aset lebih dari US$8 miliar (Rp144 triliun), meski aksi jualnya bersifat diskresioner, bukan otomatis mengikuti indeks.

Hingga kini, investor asing telah mencatatkan jual bersih (net sell) saham Indonesia senilai US$4,88 miliar atau setara Rp87,84 triliun sepanjang 2026. Angka ini berpotensi menjadi arus keluar tahunan terbesar dalam setidaknya 16 tahun terakhir.

Kepala Strategi Makro dan Investasi Asia BNY Investments, Aninda Mitra, menilai eksposur asing di saham Indonesia sudah menyusut cukup dalam sehingga ruang penurunan lanjutan kemungkinan tidak terlalu besar. Namun, ia mengingatkan bahwa menarik modal dalam jumlah besar akan semakin sulit di tengah kondisi saat ini, meskipun masih ada perusahaan dan bank dengan fundamental yang solid.

Rupiah dan Obligasi Ikut Tertekan

Peringatan MSCI menambah daftar tekanan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Awal tahun ini, Moody’s dan Fitch telah menurunkan prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif.

Kekhawatiran investor juga meluas ke luar pasar saham yang bernilai sekitar US$500 miliar (Rp9.000 triliun). Rupiah melemah ke level Rp18.000 per dolar AS, tak jauh dari rekor terlemahnya di Rp18.190/US$ yang tercapai pada Juni lalu.

Manajer portofolio Allspring Global Investments di Singapura, Gary Tan, mengatakan kekhawatiran utamanya bukan pada aksi jual terkait indeks, melainkan potensi rambatan jangka pendek ke rupiah dan imbal hasil obligasi domestik.

“Dislokasi pasar bisa berujung pada pengetatan kondisi keuangan dan dampak yang lebih berarti terhadap perekonomian riil,” ujarnya.(sumber: CNBC)

Diterbitkan tanggal 19 Oktober 2026 by admin

Tags: BEIBEI Pangkas Batas ARBIHSG Anjlok ke 4.900Sentuh Level Terendah
Berita Sebelumnya

Pemko Banjarmasin Dorong Tertib Pengelolaan Arsip

Berita Berikutnya

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Diplomasi Gencar, Implementasi Jadi Tantangan

admin

admin

Berita Berikutnya
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Diplomasi Gencar, Implementasi Jadi Tantangan

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Diplomasi Gencar, Implementasi Jadi Tantangan

Discussion about this post

Widget weather
  • Trending
  • Komentar
  • Terbaru
Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

22 Desember 2025
Moto3 Resmi Umumkan Susunan Pembalap Musim 2027, di Mana Veda Ega?

Moto3 Resmi Umumkan Susunan Pembalap Musim 2027, di Mana Veda Ega?

15 Oktober 2026
Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

16 April 2025
Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

30 Mei 2025
Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

0
Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

0
Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

0
Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

0
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Diplomasi Gencar, Implementasi Jadi Tantangan

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Diplomasi Gencar, Implementasi Jadi Tantangan

19 Oktober 2026
Ini Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 dan Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

Ini Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 dan Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

19 Oktober 2026
Pemko Banjarmasin Dorong Tertib Pengelolaan Arsip

Pemko Banjarmasin Dorong Tertib Pengelolaan Arsip

19 Oktober 2026
David Beckham Masuk Bursa Pencalonan Presiden FIFA, Tantang Infantino

David Beckham Masuk Bursa Pencalonan Presiden FIFA, Tantang Infantino

19 Oktober 2026

Berita Baru

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Diplomasi Gencar, Implementasi Jadi Tantangan

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Diplomasi Gencar, Implementasi Jadi Tantangan

19 Oktober 2026
Ini Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 dan Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

Ini Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 dan Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

19 Oktober 2026
Pemko Banjarmasin Dorong Tertib Pengelolaan Arsip

Pemko Banjarmasin Dorong Tertib Pengelolaan Arsip

19 Oktober 2026
David Beckham Masuk Bursa Pencalonan Presiden FIFA, Tantang Infantino

David Beckham Masuk Bursa Pencalonan Presiden FIFA, Tantang Infantino

19 Oktober 2026
Megapolis

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.

  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.