MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Sebanyak 12 trail runner dari komunitas Rimba Borneo Runners, termasuk tiga orang perempuan, nyaris celaka saat terjebak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Haur Bunak, Kalimantan Selatan, Sabtu (10/10/2026). Mereka berhasil selamat setelah memutuskan menerobos jalur yang dilalap api dengan berlari kencang di tengah asap pekat.
Ilman Akbar, mahasiswa FKIP Universitas Lambung Mangkurat semester 5 sekaligus anggota komunitas tersebut, menceritakan peristiwa menegangkan itu. Bersama 11 rekannya, mereka berangkat dari Banjarmasin untuk latihan trail run di rute Aranaway–Haur Bunak yang sudah sering mereka lewati.
“Jalurnya kombinasi makadam dan tanah habang, sangat cocok untuk latihan. Meskipun musim kemarau panjang membuat vegetasi kering dan rawan terbakar, pihak pengelola belum menutup jalur secara resmi. Kami merasa masih aman,” ujar Ilman.
Saat masih di jalur Aranaway menuju Desa Belangian, titik-titik api sudah mulai muncul. Mereka sempat mencoba memadamkan api kecil tersebut dengan sisa air di softflask, namun api justru semakin cepat menyebar.
Setelah mengisi ulang air dan makan di Desa Belangian, mereka melanjutkan pendakian melalui Jalur Penyaluhan yang masih aman hingga mencapai puncak.
Situasi berubah drastis saat menuruni Jalur Plajau sekitar pukul 13.00–14.00 WITA. Di Pos 2, asap tipis mulai terlihat. Semakin turun, ranting dan daun kering di sepanjang jalur sudah terbakar besar dan memblokir jalan.
“Kami sempat bingung dan panik. Air hampir habis. Kalau balik ke puncak lewat Penyaluhan, khawatir kehabisan tenaga. Akhirnya kami putuskan menerobos,” kata Ilman.
Saat api membesar ditiup angin, mereka berlari kencang menuruni jalur curam di tengah asap pekat. Mata pedih, napas sesak, kaki bergoresan akibat semak dan akar, serta kulit melepuh karena menginjak bara panas. Evakuasi dilakukan secara mandiri. Begitu tiba di Pos 1 yang sudah aman, mereka langsung turun ke pemukiman untuk hidrasi dan membersihkan luka.
Alhamdulillah seluruh 12 anggota rombongan selamat meski mengalami cedera ringan hingga sedang.
Sebagai penikmat alam, Ilman berharap pemerintah dan warga setempat meningkatkan patroli di titik-titik rawan. “Karhutla ini bukan hanya mengganggu aktivitas trail run, tapi juga satwa dan hutan yang sudah banyak terbakar. Ini seharusnya jadi perhatian serius,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa cepatnya api bisa mengancam di musim kemarau, bahkan di jalur yang dianggap aman.(Rizky)
Diterbitkan tanggal 12 Oktober 2026 by admin












Discussion about this post