Megapolis
Iklan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
Megapolis
No Result
View All Result
Home Kalimantan

Dari Titik Panas ke Tindakan: Penginderaan Jauh dalam Deteksi Kebakaran Hutan dan Lahan

Oleh: Fitria Dara Muning, Mahasiswa Geografi Universitas Lambung Mangkurat

admin by admin
Senin, 12 Oktober 2026 - 19:23
di Kalimantan, Opini
0
Dari Titik Panas ke Tindakan: Penginderaan Jauh dalam Deteksi Kebakaran Hutan dan Lahan
27
SHARES
508
VIEWS

SETIAP musim kemarau, istilah “titik panas” kembali ramai diberitakan. Data Pantau Gambut pada September 2026 mencatat 11.056 titik panas di Kalimantan Selatan. Angka itu diperoleh melalui penginderaan jauh, teknologi untuk memperoleh informasi tentang permukaan bumi lewat sensor satelit tanpa harus mendatangi lokasi.

Pemerintah juga memanfaatkannya: pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan dengan satelit NASA-NOAA20 pada 12 Agustus 2026 mengidentifikasi 73 titik panas di provinsi ini, dan 14 di antaranya berada di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), menurut pemberitaan ANTARA. Perlu diingat, jumlah titik panas bergantung pada periode dan sumber datanya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah masalah lingkungan yang berulang di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Salah satu pemicu meningkatnya risiko kebakaran adalah curah hujan yang rendah, yang membuat hutan dan lahan lebih kering dan mudah terbakar. Persoalan ini bukan hal baru. Pada September 2019, ANTARA Sumbar melaporkan bahwa ribuan titik panas masih ditemukan di Kalimantan dan Sumatera, termasuk lebih dari 10 titik di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, pada Kamis, 12 September.

Bagaimana satelit “melihat” titik panas

Sensor pada satelit merekam perbedaan suhu di permukaan bumi, dan area dengan suhu yang menyimpang ditandai sebagai titik panas. Beberapa satelit yang dipakai untuk keperluan ini antara lain NOAA, Terra/Aqua MODIS, dan SNPP/VIIRS. Data satelit kemudian diolah menjadi perkiraan lokasi titik panas dalam bentuk koordinat lintang dan bujur. Informasi ini membantu petugas menentukan wilayah mana yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Titik panas belum tentu kebakaran

Di sinilah kehati-hatian diperlukan. Titik panas hanyalah penanda adanya anomali suhu, bukan bukti pasti bahwa api sedang berkobar. Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah XI Banjarbaru, Wahyu Nurhidayat, menegaskan bahwa setiap titik panas tetap harus diperiksa langsung di lapangan. Pemeriksaan juga perlu dilengkapi dengan membandingkan titik panas dengan informasi lain, seperti kondisi cuaca, citra satelit, dan laporan petugas di lapangan. Prinsipnya, menurut Wahyu (ANTARA 2026): begitu ada informasi titik panas, segera dicek dan ditangani sejak awal.

Lebih dari sekadar titik panas

Penginderaan jauh dapat dimanfaatkan lebih jauh dari sekadar menunjukkan titik panas. Penelitian Juan Wangsa Putri dan Rehan Pramudiva Zikir (2026) memadukan citra radar Sentinel-1A dengan titik panas VIIRS untuk mengidentifikasi area terdampak karhutla di Kecamatan Silaut, Sumatera Barat. Hasilnya, luas area terbakar diperkirakan mencapai 255 hektare, dengan 46 titik panas yang bertampalan dengan area terbakar tersebut.

Sementara itu, penelitian Feriansyah dan kawan-kawan (2020) di Lampung Utara memadukan penginderaan jauh dengan sistem informasi geografis (SIG) untuk memetakan tingkat kerawanan kebakaran lahan. Penelitian ini memakai citra Landsat 8, data Rupabumi Indonesia (RBI), perangkat lunak ArcGIS, dan tujuh parameter yang dianalisis dengan metode weighted overlay. Hasilnya berupa peta kerawanan dengan tiga kelas: tidak rawan, sedang, dan sangat rawan. Dengan peta seperti ini, wilayah yang berpotensi terbakar dapat dikenali sehingga upaya pencegahan dan pengawasan bisa dilakukan lebih terarah.

Pemanfaatan efektif di negara lain

Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa integrasi penginderaan jauh yang matang dapat mempercepat respons dan mengurangi dampak kebakaran. Di Australia, satelit geostasioner Himawari-8/9 (dengan Advanced Himawari Imager) menyediakan citra setiap 10 menit. Sistem Digital Earth Australia (DEA) Hotspots memanfaatkan data ini untuk deteksi hampir real-time, pelacakan pergerakan api, dan peringatan dini. Platform ini menjadi tulang punggung operasional bagi layanan darurat di seluruh negara bagian, termasuk selama kebakaran Black Summer 2019–2020. Resolusi temporal tinggi memungkinkan deteksi dini bahkan di bawah asap atau awan sedang, serta pemantauan perubahan arah dan kecepatan sebaran api secara mendetail.

Di Brasil, Instituto Nacional de Pesquisas Espaciais (INPE) melalui Programa Queimadas telah beroperasi sejak akhir 1990-an. Sistem ini menggabungkan data dari MODIS, VIIRS, GOES, dan satelit lain untuk menghasilkan peta fokus api (focos de queimadas) hampir real-time, estimasi area terbakar, serta statistik historis. Data tersebut diakses secara luas oleh pemerintah, lembaga penegak hukum, dan masyarakat untuk pemantauan Amazon dan bioma lain, serta menjadi acuan operasional pengendalian kebakaran.

Kanada mengandalkan Canadian Wildland Fire Information System (CWFIS). Sistem ini mengintegrasikan data satelit (termasuk Fire M3 berbasis MODIS dan lainnya), data cuaca dari ribuan stasiun, serta laporan lapangan untuk menghasilkan peta nasional harian tentang kondisi kebakaran, hotspot, estimasi perimeter, dan bahaya kebakaran. Informasi ini digunakan oleh Canadian Interagency Forest Fire Centre serta lembaga federal dan provinsi untuk koordinasi nasional.

Di Amerika Serikat, sistem seperti FIRMS (Fire Information for Resource Management System) NASA dan Active Fire Mapping Program dari US Forest Service menggabungkan MODIS, VIIRS, dan data geostasioner GOES untuk deteksi dan karakterisasi kebakaran hampir real-time di seluruh wilayah, termasuk Alaska dan Kanada. Data ini mendukung pengelolaan sumber daya dan respons lapangan.

Pengalaman ketiga negara tersebut menegaskan bahwa keberhasilan bukan hanya pada ketersediaan data satelit, melainkan pada integrasi multi-sensor (polar dan geostasioner), resolusi temporal tinggi, verifikasi lapangan yang cepat, serta penyampaian informasi yang mudah diakses oleh pengambil keputusan dan masyarakat.

Kondisi titik panas terkini di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan

Memasuki Oktober 2026, dinamika titik panas di Kalimantan masih fluktuatif. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan (data satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20), pada 9 Oktober 2026 pukul sekitar 21.00 WIB tercatat 13 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalimantan Selatan, turun dari 37 titik sehari sebelumnya. Secara nasional, pada periode yang sama high confidence mencapai sekitar 437 titik, dengan Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan mendominasi.

Jika melihat data seluruh tingkat kepercayaan (rendah–tinggi) dalam 24 jam terakhir, pada 12 Oktober 2026 SiPongi mencatat 762 titik panas di Kalimantan Selatan dari total nasional 20.818 titik. Kalimantan Tengah masih mencatat angka tertinggi (7.069 titik), diikuti Papua Selatan dan Sumatera Selatan.

Sebelumnya, pada puncak musim kemarau Agustus–awal September 2026, BMKG sempat mendeteksi ratusan hingga lebih dari seribu titik panas di Kalsel dalam satu hari (misalnya 1.299 titik pada 2 September dan 1.079 titik pada akhir Agustus), dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin. Angka tersebut mencerminkan kondisi sangat rawan karhutla di hampir seluruh wilayah provinsi.

Perlu diingat kembali: titik panas adalah anomali suhu permukaan. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi, dan sebaliknya tidak semua hotspot merupakan api aktif. Verifikasi lapangan tetap menjadi kunci.

Dari data menjadi mitigasi

Rosalina Kumalawati dan kawan-kawan (2021), dalam kajiannya tentang penginderaan jauh sebagai deteksi dini kebencanaan di Kalimantan, menyebut bahwa daerah dengan jumlah titik panas tinggi berpotensi mengalami kebakaran yang tinggi pula. Karena itu, daerah tersebut memerlukan mitigasi yang tepat dan masyarakat yang siaga terhadap bencana.

Arah ini sejalan dengan upaya pemerintah. Selain memantau titik panas lewat SIPONGI, BPHL Wilayah XI Banjarbaru mendorong pemegang PBPH memperkuat patroli, kesiapan personel, serta sarana dan prasarana pengendalian karhutla, sekaligus mempercepat respons terhadap setiap informasi titik panas. Upaya pembasahan gambut, seperti yang digencarkan di Kalsel pada Oktober 2026 untuk area sekitar 1.650 hektare, juga menjadi bagian penting dari strategi pencegahan.

Memantau, memeriksa, bertindak

Penginderaan jauh adalah alat penting untuk pemantauan, penanganan, dan pencegahan karhutla di Indonesia. Namun manfaatnya baru terasa jika perkembangan titik panas dipantau secara berkala melalui citra dan data satelit, lalu diikuti pemeriksaan langsung di wilayah yang terindikasi terbakar. Pengalaman Australia, Brasil, dan Kanada menunjukkan bahwa kombinasi data multi-satelit dengan resolusi temporal tinggi, sistem informasi yang terintegrasi, dan respons lapangan yang cepat dapat mengubah deteksi menjadi tindakan yang lebih efektif.

Dengan begitu, titik panas tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi menjadi dasar tindakan cepat sebelum api meluas. Bagi Kalimantan Selatan dan wilayah rawan lainnya, tantangan ke depan adalah memperkuat rantai “deteksi–verifikasi–respons” agar data satelit benar-benar menyelamatkan hutan, lahan, dan kualitas udara yang kita hirup.(Berbagai Sumber)

Diterbitkan tanggal 12 Oktober 2026 by admin

Tags: KarhutlaTitik Panas
Berita Sebelumnya

Korban Penusukan Bersikukuh Lanjut ke Pengadilan, Persoalkan Pasal Terdakwa

admin

admin

Discussion about this post

Widget weather
  • Trending
  • Komentar
  • Terbaru
Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

22 Desember 2025
Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

16 April 2025
Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

30 Mei 2025
Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

20 September 2024
Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

0
Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

0
Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

0
Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

0
Dari Titik Panas ke Tindakan: Penginderaan Jauh dalam Deteksi Kebakaran Hutan dan Lahan

Dari Titik Panas ke Tindakan: Penginderaan Jauh dalam Deteksi Kebakaran Hutan dan Lahan

12 Oktober 2026
Korban Penusukan Bersikukuh Lanjut ke Pengadilan, Persoalkan Pasal Terdakwa

Korban Penusukan Bersikukuh Lanjut ke Pengadilan, Persoalkan Pasal Terdakwa

12 Oktober 2026
DPRD Kotabaru Sepakati Dua Raperda, Kawasan Tanpa Rokok dan Tata Kelola BUMD Jadi Sorotan

DPRD Kotabaru Sepakati Dua Raperda, Kawasan Tanpa Rokok dan Tata Kelola BUMD Jadi Sorotan

12 Oktober 2026
Nyaris Terkepung Api, Trail Runner Banjarmasin Selamat Usai Terobos Karhutla

Nyaris Terkepung Api, Trail Runner Banjarmasin Selamat Usai Terobos Karhutla

12 Oktober 2026

Berita Baru

Dari Titik Panas ke Tindakan: Penginderaan Jauh dalam Deteksi Kebakaran Hutan dan Lahan

Dari Titik Panas ke Tindakan: Penginderaan Jauh dalam Deteksi Kebakaran Hutan dan Lahan

12 Oktober 2026
Korban Penusukan Bersikukuh Lanjut ke Pengadilan, Persoalkan Pasal Terdakwa

Korban Penusukan Bersikukuh Lanjut ke Pengadilan, Persoalkan Pasal Terdakwa

12 Oktober 2026
DPRD Kotabaru Sepakati Dua Raperda, Kawasan Tanpa Rokok dan Tata Kelola BUMD Jadi Sorotan

DPRD Kotabaru Sepakati Dua Raperda, Kawasan Tanpa Rokok dan Tata Kelola BUMD Jadi Sorotan

12 Oktober 2026
Nyaris Terkepung Api, Trail Runner Banjarmasin Selamat Usai Terobos Karhutla

Nyaris Terkepung Api, Trail Runner Banjarmasin Selamat Usai Terobos Karhutla

12 Oktober 2026
Megapolis

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.

  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik & Kebijakan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Seni & Budaya
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.