MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Rencana pembangunan monumen 500 tahun (5 abad) Kota Banjarmasin di Pulau Insan Jalan Jafri Zamzam terus dimatangkan.
Sejumlah pihak, di antaranya Disbudporapar, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin telah meninjau lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan monumen.
Dalam usia yang sudah menginjak lima abad, sebagaimana diharapkan Walikota Banjarmasin HM Yamin HR, pembangunan monumen dinilai perlu dilakukan. Momen sepenting ini takkan terulang kembali.
Rencananya, bukan sekadar monumen, melainkan juga gedung seni pertunjukan di lokasi yang sama.
Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan, di antaranya terkait status lahan. Lokasi Pulau Insan memiliki luas sekitar 7.000 meter persegi.
Desain dan relief monumen, termasuk sketsa awalnya, akan dibuat langsung oleh Misbach Tamrin, maestro seni rupa Kalimantan Selatan. Misbach bersama Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin Hajriansyah sudah meninjau langsung lokasi untuk menilai kesesuaiannya pada Jumat (14/8/).
Turut hadir Kabid Kebudayaan Disbudporapar Emil Salim, Pamong Budaya Ahli Muda Andy Pahwanda, serta perwakilan dari Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan.

“Setelah meninjau dan melihat langsung area lokasi yang ada, rencananya desain berupa sketsa awal monumen yang berisi khazanah budaya Banjar dan simbol 5 abad akan dikerjakan oleh Pak Misbach. Setelah sketsanya selesai, baru kami serahkan kepada Dinas PUPR untuk dibuatkan desain yang lebih menyeluruh,” ujar Hajriansyah.
Selain melihat lokasi rencana monumen, Hajriansyah juga meninjau bangunan yang rencananya akan dijadikan gedung kesenian.
Lokasi yang sebelumnya telah lama mangkrak sejak masa Walikota Sofyan Arpan ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat Kota Banjarmasin dan para seniman, dalam bentuk gedung kesenian dan ruang literasi.
“Untuk gedung ini cukup mendukung kegiatan. Sekarang tinggal bagaimana uji kekuatan lagi, mengingat pondasi dan struktur lama tidak digunakan. Lokasinya menarik, mewakili lingkungan geografis Kota Banjarmasin yang berada di tepi sungai. Secara desain awalnya rumah Banjar. Setelah melihat lokasi, tempat ini bisa dijadikan ruang literasi dan gedung kesenian,” pungkasnya.
Selain sebagai monumen yang mengenang 5 abad Kota Banjarmasin, kawasan ini juga direncanakan menjadi ruang terbuka hijau, ruang literasi, dan jogging track.
Harapannya, monumen ini tidak hanya menjadi penanda sejarah, melainkan juga pusat kebudayaan dalam merayakan spirit 5 abad Kota Banjarmasin.(Rizky)
Diterbitkan tanggal 17 Agustus 2026 by admin












Discussion about this post