MEGAPOLIS.ID, KOTABARU – Personel Yonif TP 884 Saijaan bergerak cepat menangani kebakaran lahan di samping Jalan Poros Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Sabtu (15/8/2026) sore.
Tim yang dipimpin Serda Riduan tersebut langsung menuju lokasi setelah menerima informasi adanya titik api sekitar pukul 15.20 WITA.
Komandan Yonif TP 884 Saijaan Letkol Inf Priya Firmansyah melalui Serda Riduan mengatakan, personel segera melakukan pengecekan sekaligus pemadaman untuk mencegah api meluas.
“Kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman. Upaya ini dilakukan agar api tidak meluas dan membahayakan pengguna jalan maupun lingkungan sekitar,” ujar Serda Riduan.
Kebakaran terjadi pada lahan di sisi Jalan Poros Desa Sungai Pasir dengan luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 2 x 80 meter persegi.
Serda Riduan menjelaskan, kondisi lahan yang dipenuhi dedaunan kering membuat kawasan tersebut mudah terbakar. Sementara untuk penyebab kebakaran masih dalam pengecekan, namun diduga salah satunya berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Di sekitar lokasi banyak terdapat dedaunan kering yang mudah terbakar. Untuk penyebabnya masih kami cek, namun sementara diduga bisa saja berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan,” katanya.
Dalam upaya pemadaman, personel menggunakan ranting kayu dan mengerahkan mobil pemadam kebakaran milik Yonif TP 884 Saijaan. Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi guna memastikan proses pemadaman berlangsung aman dan tidak mengganggu pengguna jalan.
Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan. Personel kemudian melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul dan kondisi lokasi dinyatakan aman.
Serda Riduan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di sekitar lahan yang dipenuhi rumput dan dedaunan kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tetap berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama di lahan yang kondisinya kering,” pungkasnya. (mia)
Diterbitkan tanggal 16 Agustus 2026 by Aan KRMT












Discussion about this post