MEGAPOLIS.ID, BANJARBARU – Sehari setelah Showcase “NADIR” digelar, suasana masih terasa hangat di Titik Tenang Coffee. Band alternative asal Banjarbaru, Diatonis, bersama Musicmatika, berhasil mengubah perilisan single ke-8 mereka menjadi momen yang lebih dari sekadar konser: ruang berbagi, bertemu, dan mengingatkan bahwa titik terendah bukanlah akhir.
Single “Nadir” resmi meramaikan seluruh platform digital sejak 26 Juli 2026. Sebagai lagu penutup album perdana Defleksi Realita, karya ini lahir dari momen sederhana namun membekas ketika gitaris Musicmatika, Faried, mendengarkan sebuah khotbah Jumat tentang manusia yang sedang berada di titik terendah hidupnya. Dari situ tumbuh refleksi yang kemudian dibalut menjadi lagu—tentang rasa putus asa, kehilangan arah, kesepian, dan secercah harapan yang tetap ada di balik gelapnya. Genre Alternative Rock/Dark Worship yang dipilih memperkuat nuansa atmosferik, emosional, dan penuh dinamika, seolah mengajak pendengar untuk duduk sejenak di titik terendah itu, lalu perlahan bangkit bersama.
Senin (3/8) Diatonis feat. Musicmatika membawakan “Nadir” bersama katalog album mereka di depan lebih dari 60 penonton yang tercatat registrasi.
Suasana akustik yang intim membuat setiap lirik terasa lebih dekat. Dian, vokalis Diatonis, mengaku senang bisa kembali membawakan seluruh katalog lagu mereka.
“Senang sekali bisa kembali membawakan semua lagu Diatonis. Jadi ingat masa-masa tour 2024 kemarin, di mana kita full bawain semua lagu di 6 kota berbeda. Apalagi dengan konsep akustik, kita jadi berasa banget intimate-nya dengan lagu sendiri, karena biasanya kita bawain selalu full band dan sequencer. Sore ini dengan suasana berbeda rasanya, asik lah pokoknya, kaya beda aja,” ujarnya.

Dinda menambahkan bahwa membawakan lagu sendiri selalu punya feel yang berbeda.
“Bawain lagu sendiri itu feel-nya beda, bahkan jika hanya ada 10 orang penonton pun kami akan tetap jalankan showcase ini. Tapi Alhamdulillah yang tercatat ada lebih dari 60 orang yang registrasi hadir kemarin,” timpalnya.
Sementara itu, Dani merasa terdorong oleh kehadiran para musisi senior.
“Senang sekali bisa bersilaturahmi dengan musisi-musisi senior yang berkenan datang seperti Bang Agus Young, Tante Melly, Om Yunus, Bang Ayi, dan lain-lain. Itu membuat semangat kami untuk berkarya lagi jadi semakin tinggi, karena ternyata banyak senior musisi di Banjarbaru yang support musisi seperti kami,” ucapnya.
Trisna Aditya, drummer Diatonis, menutup dengan komitmen jangka panjang band.
“Tunggu terus karya Diatonis selanjutnya, karena kalau kami belum merilis sampai 7 album berarti setiap tahunnya akan selalu ada lagu baru dari kami. Dan semuanya tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya kawan-kawan semua seperti Langit Kertas, Forum Musisi Idaman Banjarbaru, dan Beyond The Scope Organizer,” katanya.
Showcase “NADIR” digelar atas dukungan Beyond The Scope Organizer, Langit Kertas, dan Forum Musisi Idaman Banjarbaru. Kolaborasi perdana Diatonis dengan Musicmatika menghadirkan aransemen yang memperkuat pesan utama lagu: di balik setiap luka, selalu ada kesempatan untuk bangkit, dan tidak ada yang seharusnya menghadapi titik terendahnya sendirian.
“Nadir” kini tersedia di seluruh platform streaming digital, siap menemani siapa saja yang sedang berada di titik paling rendahnya.
“Kadang, titik terendah bukanlah akhir dari perjalanan. Justru di sanalah harapan mulai menemukan jalannya.”
“NADIR adalah lagu yang kami tulis untuk mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya menghadapi titik terendah hidupnya sendirian. Kami berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berjuang.” — DIATONIS
Kalian bisa follow sosial mereka di Instagram: @diatonisofficial
YouTube: @diatonisofficial
TikTok: @diatonisofficial
Spotify: DIATONIS
Email: diatonisofficial@gmail.com
Dan follow juga
Instagram: @musicmatika
YouTube: @musicmatikaband
TikTok: @musicmatika
(Rizky)
Diterbitkan tanggal 4 Agustus 2026 by admin












Discussion about this post