MEGAPOLIS.ID, SUMENEP – Muhammad Isti Isnu Pratama (18), kru KMP Mutiara Sentosa 2 asal Pemalang, Jawa Tengah, selamat dari kebakaran kapal di perairan Sumenep, Jawa Timur.
Ia sempat terombang-ambing di laut selama sekitar enam jam sebelum akhirnya diselamatkan kapal lain.
Isti kini menjalani perawatan di RSI Garam Kalianget sejak Senin (3/8/2026) dini hari. Saat ditemui di ruang perawatan, kondisinya mulai membaik.
Raut wajah Isti tampak lebih tenang.
Sesekali ia tersenyum ketika menceritakan detik-detik kebakaran kapal yang baru sekitar 10 hari menjadi tempatnya bekerja. Isti mengaku sedang tidur ketika kebakaran terjadi.
“Saat kejadian sedang tidur,” ucapnya kepada Kompas.com di Sumenep.
Menurut Isti, informasi mengenai kebakaran pertama kali diterimanya sekitar pukul 06.00 WIB. Ia mendapat informasi bahwa api berasal dari muatan kendaraan yang membawa bahan mudah terbakar.
“Infonya jam 06.00. Mulai ada info kebakaran dari bawah. Di muatan. Itu mobil bawa tinner, terus kena panas dan meledak,” tambahnya.
Ledakan tersebut sempat membuat situasi terlihat terkendali. Namun, api kembali muncul dari muatan yang sama sehingga kondisi di atas kapal semakin genting.
“Setelah meledak itu, sudah sempat padam. Terus ternyata masih ada lagi yang kebakar. Barang yang sama,” jelasnya.
Awak kapal dan penumpang kemudian diminta menyelamatkan diri.
Mereka diarahkan menuju bagian depan kapal sambil mengenakan jaket pelampung.
“Habis itu disuruh ke atas, nyelamatin diri lah pakai life jacket. Disuruh ke depan, karena depan itu tempat yang paling aman,” urainya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, kapal lain mulai mendekati lokasi. Para korban kemudian mendapat instruksi untuk meninggalkan KMP Mutiara Sentosa II dan bertahan di laut sambil menunggu pertolongan.
“Sekitar jam 10.00 itu, baru ada kapal di sekitar. Terus ada instruksi itu untuk turun, sampai jam 4 sore, saya terombang-ambing di laut. Setelah itu diselamatkan kapal suci,” jelasnya.
Isti mengaku pengalaman tersebut tidak pernah dibayangkannya.
Terlebih, ia baru bergabung sebagai kru KMP Mutiara Sentosa II sekitar 10 hari sebelum kebakaran.
“Baru satu minggu lebih tiga hari jadi crew kapal,” ungkap dia.
Meski harus menjalani perawatan setelah berjam-jam berada di laut, Isti mengaku tidak trauma dan masih ingin bekerja sebagai awak kapal. Ia juga memastikan keluarganya di Pemalang telah mengetahui kondisi dirinya.
“Enggak, enggak trauma, keluarga di rumah sudah tahu,” kata dia.
Kronologi
Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya menerima telepon pada pukul 08.24 WIB dari Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak terkait informasi kapal terbakar di perairan utara Madura.
Satu menit kemudian, pukul 08.25 WIB, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) menghubungi Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya untuk melaporkan kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dengan jumlah orang di kapal (POB) sekitar 250 orang.
Pihak perusahaan memperoleh informasi dari nakhoda bahwa kebakaran terjadi di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB.
Setelah itu, nakhoda tidak dapat dihubungi kembali.
Hingga Senin (3/8/2026), proses pencarian dan evakuasi korban masih dilakukan oleh tim SAR gabungan melalui jalur laut dan udara.
Sebanyak lima orang ditemukan tewas dan 229 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Dua helikopter untuk membantu pencarian 28 korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang hingga kini belum ditemukan.(sumber: KOMPAS)
Diterbitkan tanggal 3 Agustus 2026 by admin












Discussion about this post