MEGAPOLIS.ID, Jakarta – Diabetes bisa memengaruhi banyak bagian tubuh, termasuk mulut. Komplikasi pada mulut bisa meningkat keparahannya saat seseorang degan diabetes memiliki kontrol yang buruk terhadap kadar glukosa darahnya.
Pengidap diabetes sendiri memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah terhadap infeksi. Lantas, apa saja gejala diabetes yang bisa terlihat di mulut?
Penyakit Paling Umum Terkait Diabetes
Penyakit gusi merupakan masalah mulut paling umum dan serius yang terkait dengan diabetes. Dikutip dari laman National Institue of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, jika tidak diobati, penyakit ini bisa berkembang secara bertahap, dari gusi meradang dan kehilangan gigi.
1. Gingitivis
Tahap pertama dari penyakit gusi adalah radang gusi atau gingivitis, yaitu peradangan ringan pada jaringan lunak di sekitar gigi. Gingivitis berkembang saat plak dan karang gigi menumpuk di gigi dekat garis gusi, mengiritasi, dan menyebabkan peradangan pada gusi. Akibatnya, gusi menjadi merah bengkak dan mudah berdarah.
2. Periodentitis
Saat tidak diobati, gingivitis bisa berkembang menjadi periodontitis, atau infeksi pada gusi dan tulang yang menahan gigi pada tempatnya. Gusi mungkin menjauh dari gigi, membentuk kantung yang perlahan terinfeksi. Bakteri di mulut dan respons tubuh terhadap infeksi mulai merusak tulang dan jaringan yang menahan gigi pada tempatnya. Pada akhirnya jika tak diobati, gigi bisa menjadi longgar atau bahkan perlu dicabut.
Gejala Diabetes di Mulut Lainnya
Selain penyakit gusi, diabetes juga meningkatkan risiko beberapa penyakit gigi lainnya, seperti:
- Mulut kering, yaitu kurangnya air liur yang bisa menyebabkan luka, sariawan, dan infeksi
- Sariawan (thrush), infeksi jamur yang menyebabkan bercak putih yang menyakitkan di mulut
- Burning mouth syndrome, sensasi terbakar di mulut yang disebabkan oleh kadar glukosa darah yang tidak terkontrol
- Gangguan rasa, adanya perubahan pada cara merasakan makanan dan minuman
- Gigi berlubang (karies), kerusakan gigi yang disbebakan penumpukan plak, konsumsi banyak camilan manis, dan kebersihan mulut yang buruk.
Cara Menjaga Kesehatan Mulut dari Penyakit Terkait Diabetes
- Jaga kadar glukosa darah. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, kadar gula darah normal saat puasa yaitu 70-99 mg/dL, sementara kadar gula darah dua jam setelah makan adalah kurang dari 140 mg/dL.
- Konsumsi makanan dan minuman sehat. Pilih makanan yang mengandung nutrisi, seperti vitamin, kalsium, serat, dan lemak sehat. Coba untuk memilih minuman dengan sedikit atau tanpa tambahan gula.
- Periksa gigi secara teratur. Disarankan untuk memeriksakan gigi 6 bulan sekali. Cek gigi secara rutin memungkinkan untuk deteksi masalah gigi dan gusi dalam tahap awal.
Faktor Risiko Diabetes
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes, dr Herry Nursetiyanti, Sp.PD-KEMD, FINASIM, megatakan, ada berbagai faktor pemicu diabetes. Berikut di antaranya:
1. Gaya Hidup
Gaya hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan penyakit diabetes. Penting untuk memerhatikan pola makan yang baik serta istirahat yang cukup.
“Faktor penyebab utamanya adalah gaya hidup seperti pola makan tinggi gula, konsumsi nasi putih berlebihan, kurang aktivitas fisik, hingga obesitas dan berisiko diabetes tipe 2. Selain itu, faktor stres kronis dan kurang tidur juga bisa mengganggu keseimbangan gula darah dan hormon yang memengaruhi sistem metabolik,” kata dr Herry.
2. Genetik
Faktor genetik turut berperan dalam risiko terkena penyakit diabetes. Penyakit ini bahkan bisa dialami oleh orang dengan usia muda.
“Seseorang dengan riwayat keluarga diabetes, memiliki risiko tinggi hingga 2-6 kali lipat. Bahkan, diabetes dapat muncul di usia muda, dan risikonya akan semakin tinggi seiring bertambahnya usia,” tambahnya.
(detikhealth
Diterbitkan tanggal 13 Juni 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post