MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pangan Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menduga adanya permainan kartel terkait dengan turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang terjadi baru-baru ini.
“Kami menduga adanya indikasi kartel di sini atau persekongkolan jahat, persekongkolan diam-diam yang dilakukan untuk menyepakati harga TBS itu turun di saat harga CPO dunia tidak turun atau sedang cenderung naik,” kata Ade saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (8/6), dikutip dari Media Indonesia.
Ade menyampaikan bahwa Satgas Pangan Polri akan menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan kartel dalam turunnya harga TBS tersebut.
“Kita tidak akan segan untuk melakukan penegakan hukum secara tegas sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Kami akan menggandeng KPPU baik di tingkat pusat maupun di tingkat wilayah nantinya, terutama dengan para Dirkrimsus jajaran. Kami berharap semua yang menjadi program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat, untuk menaikkan komoditas kita di dunia internasional, bisa mendapat dukungan dari semua pihak,” terang dia.
Selain itu, Ade menyatakan bahwa Satgas Pangan Polri pada prinsipnya mendukung sepenuhnya terkait dengan program pemerintah untuk mencegah segala bentuk kebocoran penerimaan negara, merugikan kekayaan negara maupun merugikan penerimaan negara.
“Salah satunya terkait dengan banyaknya modus-modus atau praktik-praktik under-invoicing, under-pricing, dan seterusnya. Maka salah satunya adalah terkait dengan fenomena pembelian TBS dengan harga yang tidak wajar di saat harga CPO di dunia naik,” tandasnya.(MI)
Diterbitkan tanggal 8 Juni 2026 by admin












Discussion about this post