SEORANG siswa SMK Negeri 4 Samarinda Mandala Rizky Saputra, 16, meninggal. Kisahnya viral di media sosial karena menggunakan sepatu kekecilan hingga kakinya bengkak.
Kronologi meninggalnya siswa di Samarinda dan sepatu kekecilan menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim:
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menjelaskan bahwa siswa yang bersangkutan telah mengikuti kegiatan Praktik Kerja dimulai dari 9 Februari 2026 sd. 20 Maret 2026 di Ramayana Robinson Jalan M. Yamin Samarinda.
1 April 2026
“Tanggal 30 Maret 2026 siswa sempat kembali mengikuti kegiatan pembelajaran, namun 1 April 2026 disarankan untuk beristirahat diantar pulang karena kondisi fisik yang menurun,” ungkapnya, Selasa (5/5).
2 April 2026
Lebih lanjut, pada 2 April 2026, MRS tidak mengikuti pembelajaran dan orangtua mengirim izin sakit dan pada 8 April melalui percakapan di WhatsApp, ibu MRS meminta bantuan untuk meminjam uang ke sekolah.
10 April 2026
“Pada tanggal 10 (April 2026), orangtua datang ke sekolah menyampaikan kondisi siswa terkait kesehatan dan penurunan kondisi dan menganggap itu adalah gangguan nonmedis dan sekolah membantu fasilitasi permohonan biaya untuk pengobatan di Tenggarong sebesar Rp1.100.000,” kata Armin.
Pihak sekolah pun dikatakan melakukan kunjungan ke rumah tanggal 21 April 2026 untuk memastikan kondisi anak menyampaikan kakinya lemas dan bengkak namun tidak ada luka atau lecet, guru menyarankan siswa untuk berobat ke fasilitas kesehatan.
“Namun pihak orangtua menyampaikan ada tunggakan Rp2.400.000 yang belum terbayarkan dan sekolah membantu untuk memfasilitasi bertemu dengan Ketua RT untuk pengurusan BPJS melalui bantuan pemerintah,” tegasnya.
23 April 2026
Selanjutnya, pihak sekolah melakukan kunjungan ke rumah Mandala yang kedua pada 23 April 2026 untuk melihat kondisinya dan menanyakan terkait pengurusan BPJS.
“Pada saat itu orangtua dan siswa melaporkan bahwa kondisi siswa sempat membaik dan kondisi kaki kempes dan sekolah memutuskan besuk untuk membelikan sepatu sesuai ukuran,” jelas Armin.
24 April 2026
Sekolah menerima kabar bahwa siswa yang bersangkutan telah meninggal dunia, dan pihak sekolah turut mendampingi proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah Mandala.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak sekolah, keluarga, dan pihak terkait, kondisi kesehatan siswa semenjak diketahui mengalami penurunan kondisi fisik, pusing dan pembengkakan pada kaki, setelah dilakukan kunjungan ke rumah siswa yang menurut informasi yang beredar sepatu kekecilan dan menurut orangtua siswa ukuran sepatu nomor 43,” tuturnya.
“Sekolah telah memberikan pendampingan dengan melakukan kunjungan semenjak siswa teridentifikasi mengalami penurunan kondisi kesehatan, serta berupaya memfasilitasi layanan kesehatan, dengan koordinasi secara berkelanjutan dengan keluarga,” pungkas Armin.(Sumber: Media Indonesia)
Diterbitkan tanggal 5 Mei 2026 by admin













Discussion about this post