MEGAPOLIS.ID, Misano – Tak bisa dipungkiri bahwa Ducati masih jadi tolok ukur di MotoGP. Lantas, mengapa Fabio Quartararo tak mencoba bergabung dengan tim yang bernaung di Ducati?
El Diablo akan mengakhiri kerja samanya selama delapan tahun dengan Yamaha pada akhir MotoGP 2026. Quartararo telah mengumumkan akan memperkuat Honda pabrikan mulai musim depan.
Kesulitan Yamaha di empat musim terakhir jadi latar belakangnya. Quartararo belum lagi memenangi balapan sejak jadi kampiun di Sachsenring pada 2022 alias empat tahun lalu. Semakin mengecewakan karena Quartararo hanya sekali naik podium (P2) dalam 61 seri terakhir.
Di tengah Yamaha yang jeblok, Ducati justru mendominasi. Para penunggang Desmosedici menyapu bersih empat musim terakhir dengan titel-titel juara dunia yang diraih Francesco Bagnaia (2), Jorge Martin, dan Marc Marquez.
Enam pebalap telah dipastikan akan menunggangi motor Ducati pada 2027. Ducati pabrikan mengandalkan duet Marquez dan Pedro Acosta, sedangkan tim-tim satelit seperti Gresini dan VR46 menandemkan Joan Mir dan Daniel Holgado serta Fermin Adelguer dan Nicolo Bulega berturut-turut.
Fabio Quartararo menjelaskan alasannya memilih Honda sekaligus tak mencoba mendapatkan kursi pebalap di tim Ducati. “Karena kupikir Honda, selama beberapa tahun sampai sekarang, telah menjalani periode di mana mereka ingin juara lagi,” ujar rider Prancis ini.
“Honda mengerahkan seluruh sumber daya yang mereka punya untuk comeback. Dengan perubahan regulasi, motor-motor baru, dan ban baru, kurasa Honda bisa membuat kejutan dan memproduksi sebuah motor yang sangat kompetitif.”
“Kami pernah bertemu dengan beberapa pabrikan, termasuk Honda. Di pertemuan-pertemuan itu, aku punya banyak sekali pertanyaan, dan tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaanku, mereka menunjukkan kepadaku banyak hal tentang proyek mereka yang membuatku memutuskan untuk bergabung,” Quartararo mengatakan kepada Motorsport.
(detiksport)
Diterbitkan tanggal 16 September 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post