MEGAPOLIS.ID, PONTIANAK – Pemerintah kembali mempercepat pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagaimana dilaporkan Pontianak Post (5/6), menyebut pengembangan jaringan rel di Kalimantan diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antardaerah, menekan biaya logistik, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa.
Namun di tengah ambisi membangun jaringan kereta api lintas pulau tersebut, muncul satu persoalan yang jarang dibahas, yakni kesiapan sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian di Kalimantan Barat.
Hingga saat ini, Kalimantan Barat belum memiliki perguruan tinggi atau sekolah khusus perkeretaapian. Sementara kebutuhan tenaga ahli di sektor tersebut diperkirakan sangat besar apabila proyek Trans Kalimantan benar-benar masuk tahap konstruksi dan operasional.
Indonesia Butuh 80 Ribu SDM Perkeretaapian hingga 2030
Data resmi Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun menyebutkan bahwa dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), Indonesia membutuhkan sekitar 80.460 sumber daya manusia perkeretaapian hingga tahun 2030.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.720 tenaga regulator dan 78.740 tenaga operator yang mencakup berbagai bidang, mulai dari perencanaan, pengoperasian, pemeriksaan hingga perawatan sarana dan prasarana perkeretaapian.
Besarnya kebutuhan SDM tersebut menjadi salah satu dasar penting pengembangan pendidikan vokasi perkeretaapian di Indonesia. PPI Madiun sendiri dibentuk sebagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan tenaga profesional yang mampu mendukung pengembangan jaringan perkeretaapian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Bukan Hanya Masinis
Sejauh ini, masyarakat kerap mengaitkan sektor perkeretaapian dengan profesi masinis atau petugas stasiun. Nyatanya, kebutuhan SDM di industri perkeretaapian jauh lebih luas.
Pendidikan perkeretaapian mencakup bidang:
Bangunan dan jalur perkeretaapian
Teknologi elektro perkeretaapian
Teknologi mekanika perkeretaapian
Manajemen transportasi perkeretaapian
Tenaga di bidang bangunan dan jalur perkeretaapian dibutuhkan untuk pembangunan, pemeriksaan, dan pemeliharaan rel serta infrastruktur pendukung. Tenaga elektro berperan dalam sistem persinyalan, telekomunikasi, dan pengendalian operasi kereta api. Tenaga mekanika bertugas menangani perawatan lokomotif dan rangkaian kereta, sedangkan bidang manajemen transportasi berfokus pada pengelolaan operasional, pelayanan, dan lalu lintas perjalanan kereta api.
Tantangan Kalimantan
Persoalan SDM menjadi semakin penting karena Kalimantan hingga kini belum memiliki jaringan kereta api antarkota yang beroperasi. Berbeda dengan Jawa dan Sumatera yang telah memiliki ekosistem perkeretaapian selama puluhan tahun, Kalimantan masih berada pada tahap perencanaan dan pengembangan.
Proyek Kereta Api Borneo yang sempat dirancang sepanjang 203 kilometer di Kalimantan Timur akhirnya batal setelah investor utama asal Rusia mengundurkan diri pada 2020.
Kini pemerintah kembali menghidupkan agenda pembangunan kereta api di Kalimantan. Percepatan pengembangan jaringan rel di Kalimantan menjadi bagian dari visi memperkuat konektivitas nasional dan pemerataan pembangunan di luar Jawa.
Kalbar Berpotensi Jadi Penonton?
Bila proyek Trans Kalimantan benar-benar berjalan, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan akan meningkat mulai dari tahap survei trase, pembangunan rel, pemasangan sistem persinyalan, hingga operasional kereta api.
Belum adanya lembaga pendidikan khusus perkeretaapian di Kalimantan Barat berpotensi membuat daerah ini bergantung pada tenaga kerja dari luar daerah. Karena itu, selain membangun rel dan stasiun, tantangan lain yang perlu dipikirkan sejak sekarang adalah menyiapkan SDM lokal agar dapat mengambil peran dalam proyek strategis tersebut.
Sebab ketika kereta api akhirnya melintas di Pulau Kalimantan, yang dibutuhkan bukan hanya lokomotif dan gerbong, melainkan juga ribuan tenaga ahli yang mampu membangun, mengoperasikan, dan menjaga sistem transportasi itu tetap berjalan.(Sumber: Pontianak Post)
Diterbitkan tanggal 8 Juni 2026 by admin












Discussion about this post