MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama 10 pemimpin federasi ASEAN lainnya diundang FIFA ke Vancouver, Kanada. Kabarnya mereka akan merapatkan format turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.
FIFA ASEAN Cup 2026 membuka peluang besar bagi Timnas Indonesia untuk mencetak sejarah sebagai juara perdana di kawasan Asia Tenggara.
Turnamen baru yang digagas FIFA ini akan melibatkan seluruh negara anggota ASEAN. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober, bertepatan dengan kalender FIFA Matchday.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai peluang Indonesia sangat terbuka. Salah satu faktor utama terletak pada kekuatan pemain abroad yang merumput di Eropa dan siap memperkuat skuad Garuda.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, hingga Emil Audero diperkirakan kembali masuk starting XI. Kehadiran mereka dinilai meningkatkan daya saing tim secara signifikan.
Format Turnamen Masih Digodok
Format resmi FIFA ASEAN Cup masih dalam tahap pembahasan. Agenda penting tersebut akan digelar di Vancouver, Kanada, dengan melibatkan berbagai federasi peserta.
“FIFA sudah merancang satu turnamen yang dinamakan FIFA ASEAN Cup di bulan September – Oktober, disaat memakai agenda FIFA matchday. Nantinya akan diikuti sampai 11 sampai 12 tim,” kata Ropan di Kanal Youtube miliknya.
“Formatnya seperti apa, itu akan kita tunggu. Karena dalam pembahasan FIFA, Presiden Federasi Sepak Bola Internasional Gianni Infantino sudah mengumumkan bahwa segera merilis formatnya,” dia menambahkan.
Menurut dia, ada peluang peserta tidak hanya dari Asia Tenggara. Australia berpotensi ikut serta untuk melengkapi jumlah tim menjadi 12.
“Ini pertama kali dalam sejarah bahwa FIFA menyelenggarakan FIFA ASEAN Cup, khusus untuk di negara-negara Asia Tenggara. Plus mungkin satu adalah Australia akan diundang masuk dan melengkapi 12 tim,” ujar Ropan.
Ropan juga memprediksi format turnamen bisa menyerupai ajang FIFA Arab Cup. Sistem grup hingga fase gugur masih menunggu keputusan final dari FIFA dan delegasi yang hadir.
Peluang Indonesia Cetak Sejarah
Dengan status sebagai turnamen edisi pertama, peluang semua peserta relatif terbuka, termasuk Indonesia.
“Karena ini agenda FIFA, makan semua pemain abroad kita yang bermain di luar negeri, terutama di Eropa, itu bisa memperkuat Timnas Indonesia,” tandas Ropan.
“Karena ini baru pertama kali, peluang untuk menjadi juara terbuka untuk Indonesia. Apalagi kalau kita langsung mencatatkan negara pertama yang juara FIFA ASEAN Cup.”
Kondisi ini membuat Timnas Indonesia berada dalam posisi strategis. Jika mampu memaksimalkan kekuatan skuad dan momentum, peluang mencatat sejarah di turnamen perdana ini menjadi sangat realistis.
(iNews.id)
Diterbitkan tanggal 23 April 2026 by Muhamad Samani













Discussion about this post