MEGAPOLIS.ID, KOTABARU – Menjalani masa pidana bukan berarti harus berhenti mengejar pendidikan. Hal itu dibuktikan 14 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru yang tetap bersemangat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket C, meski berada di balik tembok penjara.
Memasuki hari keempat pelaksanaan ujian, Kamis (5/11/2026), belasan warga binaan tersebut mengikuti tes melalui kerja sama Lapas Kotabaru dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) MUZAKKI.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kotabaru dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan sebagai persiapan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Imam Sapto Riadi, menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembinaan. Karena itu, keterbatasan selama menjalani masa pidana tidak boleh menjadi penghalang bagi warga binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ruang dan keadaan tidak menjadi penghalang bagi Warga Binaan untuk memperoleh pendidikan. Melalui kerja sama dengan PKBM MUZAKKI, kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Imam Sapto Riadi.
Semangat mengikuti ujian juga dirasakan salah seorang peserta berinisial MA. Ia mengaku bersyukur masih mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan meski sedang menjalani masa pidana.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ujian tersebut menjadi motivasi untuk menuntaskan pendidikan yang sempat tertunda sekaligus menjadi bekal ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
“Saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian dan melanjutkan pendidikan di sini. Saya berharap bisa menyelesaikannya dengan baik dan nantinya menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkap MA.
Melalui sinergi dengan PKBM MUZAKKI, Lapas Kotabaru terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.
Pendidikan diharapkan menjadi salah satu modal penting bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri kembali menjadi bagian dari masyarakat.(MIA)
Diterbitkan tanggal 6 November 2026 by admin












Discussion about this post