MEGAPOLIS.ID, BARABAI – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meraih penghargaan sebagai pengirim puisi terbanyak dengan partisipasi 59 penyair. Sastrawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memborong piala pada Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XXIII Tahun 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Prestasi menonjol ditorehkan pada lomba menulis naskah drama dengan meraih juara pertama, kedua, keempat, kelima, dan kesembilan.
Keberhasilan tersebut dilengkapi prestasi pada cabang manuskrip cerpen, kisah handap, dan kritik sastra. HST juga memperoleh penghargaan sebagai daerah pengirim puisi terbanyak untuk Antologi Puisi ASKS XXIII, dengan partisipasi 59 penyair.
Perhelatan bertema “Membangkit Sastra di Negara Dipa” itu berlangsung pada 30 Oktober–1 November 2026, dengan pembukaan di Gedung H. Abdul Wahid, Amuntai. Kegiatan diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU, sedangkan rangkaian perlombaannya telah berlangsung sejak Juli 2026.
Pimpinan rombongan HST yang juga Wakil Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Masruswian, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para sastrawan HST dalam sejumlah cabang lomba.
“Capaian ini merupakan buah ketekunan para sastrawan dalam menjalani proses kreatif. Keberhasilan meraih lima penghargaan pada cabang naskah drama, disertai prestasi pada cabang lainnya, menjadi kebanggaan bagi Hulu Sungai Tengah sekaligus penyemangat untuk terus melahirkan karya yang berkualitas,” ujarnya.
Pada lomba menulis naskah drama, juara pertama diraih Masruswian melalui “Selama Masih Ada Tangan”. Juara kedua diraih Muhammad Ferian Sadikin dengan “Kariau”, sedangkan Ahmad Faisyal meraih juara keempat melalui “Buntat”.

Sementara itu, Noza Kurniawan meraih juara kelima dengan “Jagau Palimbangan”, sedangkan Naim menempati juara kesembilan melalui “Kalang Terakhir”.
Pada cabang manuskrip cerpen, Muhammad Ferian Sadikin meraih juara kedua melalui “Yang Tak Diwarisi Algoritme”. Masruswian turut meraih juara ketujuh dengan “Tanah Banua Diantara Dua Arus”.
Prestasi lainnya diraih Muhammad Rahmad yang menempati juara keempat lomba kisdap atau kisah handap melalui “Kulikar Tambaga”. Adapun Laili Syahrina berhasil meraih juara pertama lomba kritik sastra dengan karya “Kuasa Mistisme dan Pewarisan”.
Selain pencapaian lomba, keterlibatan 59 penyair dalam pengiriman karya untuk Antologi Puisi ASKS XXIII menunjukkan besarnya partisipasi pegiat sastra HST. Kontribusi tersebut mengantarkan HST meraih penghargaan sebagai daerah pengirim puisi terbanyak se-Kalimantan Selatan.
Masruswian menegaskan bahwa keberhasilan itu tidak terlepas dari perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terhadap pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah atas dukungan yang diberikan. Dukungan pemerintah, ketekunan para penulis, serta kebersamaan komunitas sastra menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan sastra dan mengantarkan HST meraih prestasi,” katanya.
Menurutnya, para sastrawan dan penyair HST turut berkontribusi dalam memperkaya khazanah kesusastraan Kalimantan Selatan. Melalui karya, mereka merekam kehidupan masyarakat, merawat bahasa dan ingatan budaya, serta menghadirkan pemikiran tentang berbagai persoalan zaman.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas ruang penerbitan dan apresiasi, serta mendorong lahirnya generasi penulis baru di HST.
“Prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya sekaligus membuka jalan bagi penulis muda. Kami ingin karya para sastrawan HST semakin luas dibaca dan memberi sumbangan bagi penguatan literasi serta pelestarian kebudayaan Banua,” pungkasnya.(adv/hil)
Diterbitkan tanggal 2 November 2026 by admin












Discussion about this post