MEGAPOLIS.ID, PALANGKARAYA – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Tengah terus memberikan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga pneumonia.
Menghadapi situasi udara yang masuk dalam kategori berbahaya ini, pemerintah daerah di berbagai wilayah, termasuk di Kotawaringin Barat (Kobar) dan Palangka Raya, terus berupaya mengendalikan dampak kesehatan dengan menyiagakan fasilitas medis tambahan.
Kasus ISPA-Pneumonia Meningkat di Kobar
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, selama minggu epidemiologi ke-28 hingga ke-41, tercatat total 6.076 laporan dari tiga kelompok penyakit pernapasan. Rinciannya meliputi 5.044 laporan ISPA, 956 kasus pneumonia, dan 76 influenza-like illness (ILI).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, menyebutkan bahwa ISPA menjadi penyakit pernapasan yang paling banyak dilaporkan (sekitar 83 persen). Namun, tren kenaikan pada kasus pneumonia menjadi sorotan khusus.
“Peningkatan pneumonia menjadi perhatian tersendiri. Dalam satu pekan, jumlah laporannya bertambah dari 81 kasus pada minggu epidemiologi ke-40 menjadi 89 kasus pada minggu ke-41. Angka tersebut naik sekitar 9,9 persen,” kata dr. Jhonferi.
“Dari kelompok ISPA, gangguan yang paling banyak tercatat adalah acute laryngopharyngitis atau peradangan pada laring dan faring sebanyak 2.407 laporan. Berikutnya, common cold atau selesma sebanyak 1.586 laporan dan radang tenggorokan akut sebanyak 711 laporan,” ujarnya.
Palangka Raya Siagakan 47 Rumah Oksigen
Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di Kota Palangka Raya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 963 kejadian karhutla yang menghanguskan 1.459,38 hektare lahan terhitung sejak 1 Juni hingga 25 Oktober 2026. Akibat dari rentetan bencana tersebut, tercatat sebanyak 12.748 kasus ISPA menjangkiti warga di ibu kota provinsi ini.
Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyoroti beratnya tantangan yang dihadapi pemerintah kota di tengah gempungan kabut asap karhutla.
“Karhutla 2026 menjadi ujian bagi ketahanan Kota Palangka Raya. Hingga 25 Oktober 2026, sebanyak 12.748 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Tantangannya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mengendalikan penyebaran kebakaran, melindungi kesehatan masyarakat, dan memastikan seluruh sumber daya bergerak secara terpadu,” ujar Fairid.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah menyiagakan 47 titik layanan Rumah Oksigen yang beroperasi selama 24 jam, serta empat unit bus oksigen keliling bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan. Fairid menekankan pentingnya keterpaduan seluruh elemen dalam merespons krisis kesehatan ini.
“Integrasi peringatan kualitas udara dengan layanan kesehatan, Rumah Oksigen, bus oksigen, serta rujukan medis adalah hal yang penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat,” tegasnya.(sumber: detik)
Diterbitkan tanggal 27 Oktober 2026 by admin












Discussion about this post