MEGAPOLIS.ID, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus mendorong penguatan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lomba Sekolah/Madrasah Sehat, Duta Kesehatan, dan Kader Kesehatan Remaja (KKR) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan penilaian dan verifikasi berlangsung di Kabupaten HST, Selasa (6/10/2026), dengan melibatkan tiga sekolah yang menjadi perwakilan daerah, yakni SDN 1 Pajukungan, MTs Negeri 5 Hulu Sungai Tengah, dan SMA Negeri 1 Barabai.
Proses penilaian diawali di Ruang Rapat Bapperrida HST Lantai II, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh Tim Penilai UKS Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ke masing-masing sekolah.
Bupati HST Samsul Rizal mengatakan, program sekolah sehat harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan peserta didik.
Menurutnya, sekolah sehat tidak semata-mata berorientasi pada capaian dalam sebuah perlombaan, tetapi bagaimana nilai-nilai kesehatan benar-benar menjadi budaya yang diterapkan dalam keseharian.
“Sekolah sehat bukan sekadar ajang perlombaan untuk memperebutkan piala. Lebih dari itu, ini adalah upaya kita bersama untuk membangun kebiasaan dan budaya hidup sehat yang mengakar di sekolah,” ujarnya.
Ia juga menilai keberadaan Duta Kesehatan dan Kader Kesehatan Remaja memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perilaku hidup sehat di kalangan pelajar.
Para peserta didik diharapkan tidak hanya memahami pengetahuan mengenai kesehatan, tetapi juga mampu menjadi contoh sekaligus mengajak teman sebaya menerapkan pola hidup sehat.

“Jadikan kegiatan ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk menjadi pelopor dan teladan dalam membudayakan hidup sehat,” pesan Samsul.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai UKS Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Hendra Fitriadi menegaskan, upaya meningkatkan kesehatan anak membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.
Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Dunia pendidikan dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Ia menyebut paradigma pembangunan kesehatan saat ini perlu diarahkan tidak hanya pada penanganan ketika anak sakit, tetapi juga bagaimana mempertahankan kondisi anak yang sehat agar tetap sehat.
“Peserta didik bukan hanya objek yang harus sehat, tetapi harus berubah perilakunya, menjadi teladan dan pelopor perubahan kesehatan,” katanya.
Hendra menjelaskan, pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) mencakup sejumlah aspek, mulai dari pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah sehat hingga tata kelola program yang berkelanjutan.
Karena itu, proses penilaian dan verifikasi tidak semata-mata menjadi sarana untuk menentukan prestasi sekolah, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program kesehatan di lingkungan pendidikan.
Pemerintah Kabupaten HST berharap hasil penilaian tersebut dapat memberikan masukan bagi sekolah untuk mempertahankan berbagai praktik baik yang telah berjalan sekaligus memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Budaya hidup sehat yang terbentuk di sekolah diharapkan tidak berhenti di lingkungan pendidikan.
Peserta didik diharapkan membawa kebiasaan tersebut ke rumah dan lingkungan masyarakat sehingga memberikan dampak yang lebih luas.
“Menjadi generasi yang sehat, peduli, dan mampu menginspirasi orang lain adalah prestasi yang luar biasa,” harap Samsul.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK HST, Deni Era Samsul Rizal. Setelah agenda di Bapperrida, Tim Penilai UKS Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan melanjutkan penilaian dan verifikasi lapangan ke SDN 1 Pajukungan, MTs Negeri 5 Hulu Sungai Tengah, dan SMA Negeri 1 Barabai.(adv/hil)
Diterbitkan tanggal 7 Oktober 2026 by admin












Discussion about this post