MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – Tren perdagangan melalui video commerce atau penjualan secara daring lewat siaran video dan live streaming kini semakin berkembang pesat di Indonesia. Nilai aktivitas dari tren ini tercermin dari jumlah transaksi yang telah mencapai sekitar 2,6 miliar transaksi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan video commerce tersebut menunjukkan semakin terintegrasinya aktivitas perdagangan secara offline dan online.
“Kalau kita lihat jumlah penjual online sekitar 800 ribu, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi,” ujar Airlangga dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, yang dikutip Jumat (28/8/2026).
Menurut Airlangga, meskipun perdagangan digital terus menunjukkan pertumbuhan yang impresif, transaksi secara offline masih mendominasi nilai perdagangan di Indonesia dengan sumbangan sekitar dua pertiga dari total nilai perdagangan. Sementara itu, sektor e-commerce berkontribusi sekitar sepertiganya.
Perkembangan pesat perdagangan digital ini turut ditopang oleh tingginya penetrasi pengguna media sosial di Indonesia yang telah menembus angka lebih dari 180 juta orang dengan pertumbuhan sekitar 26 persen per tahun.
“Jadi kalau sekarang trennya (belanja online) tetap baik, terjadi tentu dual channel atau kita sering sebut sebagai omnichannel di mana video commerce itu berjalan dan trennya malah naik ke 800 ribu itu naik hampir 75 persen dan number of transaction-nya sekitar 2,6 miliar. Ini yang tren positif di Indonesia,” jelasnya.
Airlangga menilai perkembangan ini sebagai sinyal positif bagi ekosistem perdagangan nasional, di mana konsumen dan pelaku usaha kian mengandalkan kombinasi kanal offline dan digital dalam aktivitas jual beli sehari-hari.(sumber: CNBC)
Diterbitkan tanggal 28 Agustus 2026 by admin












Discussion about this post