MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Nor Fajeri SE, terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 01 Tahun 2012 tentang Kesehatan, di Desa Gunung Riut, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Minggu (09/8/2026).
Kegiatan menyasar ibu hamil, orang tua balita, bidan desa, serta kader kesehatan desa yang berasal dari empat desa, yakni Desa Gunung Riut, Desa Karya, Desa Puyun, dan Desa Liyu. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting karena pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Nor Fajeri menekankan bahwa perhatian terhadap kesehatan ibu sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak harus dilakukan secara berkesinambungan. Menurutnya, pemenuhan gizi, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta pemantauan pertumbuhan balita merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini.
“Kesehatan ibu hamil dan anak balita adalah fondasi utama. Kalau sejak awal kita jaga gizinya, pantau kesehatannya, dan libatkan bidan serta kader, maka risiko stunting bisa kita tekan,” ujar Nor Fajeri di hadapan peserta.

Ia menjelaskan, Perda Nomor 01 Tahun 2012 tentang Kesehatan merupakan salah satu landasan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah. Karena itu, pemahaman terhadap regulasi tersebut diharapkan tidak hanya dimiliki oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat sehingga dapat bersama-sama berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan.
Nor Fajeri juga mendorong para kader dan bidan desa untuk terus memperkuat pendampingan kepada keluarga, khususnya dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, memberikan edukasi mengenai pola hidup dan pemenuhan gizi, serta mengingatkan ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilannya ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan keluarga serta desa. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak diharapkan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
“Pencegahan stunting bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang sehat hari ini adalah generasi yang akan menjadi pemimpin dan tenaga kerja produktif di masa depan. Karena itu, kita harus memulainya dari desa, dari keluarga, dari ibu hamil dan balita,” tegasnya.
Kegiatan Sosper berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Sejumlah peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, antara lain terkait akses pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi keluarga, serta pentingnya peningkatan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah desa setempat menyambut baik pelaksanaan Sosper tersebut. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pemahaman masyarakat terhadap Perda Kesehatan semakin meningkat dan dapat mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, khususnya ibu dan anak di wilayah pedesaan Kabupaten Balangan.(rls)
Diterbitkan tanggal 10 Agustus 2026 by admin












Discussion about this post