MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – Indonesia dipastikan mengemban amanah besar sebagai tuan rumah ajang sepak bola bergengsi tingkat internasional, FIFA ASEAN Cup 2026, yang dijadwalkan bergulir pada 21 September hingga 3 Oktober mendatang. Kepastian ini didapat setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengumumkan penunjukan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung sebagai venue utama pertandingan.
Pemerintah bergerak cepat demi menyukseskan perhelatan akbar ini dengan melibatkan berbagai lintas sektor, mulai dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum, Polri, hingga Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat. Dukungan penuh juga datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang telah menerbitkan surat jaminan resmi bagi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).
1. Kesiapan Infrastruktur
Dalam keterangannya usai rapat koordinasi, Erick mengungkapkan respons positif dari otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut. “Bapak Presiden sudah mengeluarkan surat Government Guarantee yang langsung dikirimkan kepada FIFA. Dan FIFA sendiri alhamdulillah sudah menjawab, bahwa kita menjadi tuan rumah,” ujar Erick di Kantor Kemenpora, Senin (10/8/2026).
“Tetapi memang isi daripada host contract tidak berbeda dengan waktu itu kita menjadi tuan rumah kejuaraan dunia U-17. Jadi tidak banyak berbeda, cuma ini ada beberapa hal yang mungkin kita mau sinkronisasikan,” lanjutnya.
Sebagai pendukung pertandingan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Herman Suyatman memastikan kesiapan Stadion Si Jalak Harupat beserta fasilitas penunjangnya. Sejumlah tempat latihan seperti Stadion ITB, Lapangan Arcamanik, dan Stadion Sidolig telah disiapkan untuk memenuhi standar operasional FIFA.
“Kami menyiapkan event site di Stadion Si Jalak Harupat dan standarnya kami pastikan sesuai dengan harapan FIFA, apalagi tempo hari baru menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kemudian kami juga menyiapkan training site untuk mendukung latihan,” tutur Herman.
“Kami insyaAllah totalitas untuk FIFA ASEAN Cup 2026 ini,” tambahnya.
2. Pembagian Grup
Tidak ketinggalan, Pemprov DKI Jakarta turut mengerahkan kemampuan maksimal dalam merawat fasilitas latihan pendukung di wilayah ibu kota. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, merinci beberapa titik lapangan yang akan dipergunakan oleh kontestan turnamen.
“Kita menyiapkan beberapa tempat latihan: yang pertama di Lapangan Banteng, kedua Lapangan Soemantri Brodjonegoro, dan ketiga di Lapangan 1 dan 2 Latih JIS. Semuanya akan kita persiapkan dengan baik. Terima kasih,” ungkap Andri.
Turnamen baru inisiasi FIFA ini dibagi menjadi dua divisi, di mana Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah divisi satu yang dihuni oleh delapan tim terbaik. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura, sementara Grup B diisi oleh Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Adapun divisi dua yang mempertemukan enam negara diselenggarakan di Hong Kong, melibatkan Grup A (Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam) serta Grup B (Kamboja, Laos, Timor Leste). Seluruh rangkaian laga di Indonesia diharapkan mampu berjalan lancar dan mendulang prestasi membanggakan bagi skuad Garuda.
(Okezone)
Diterbitkan tanggal 10 Agustus 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post