MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN — Aliansi Pemuda Banjarmasin menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin untuk memprotes pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi dan meresahkan warga Kota Banjarmasin sejak bulan Juni lalu.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung, Selasa (28/7/2026), di mana perwakilan massa mulai melakukan orasi di depan gerbang kantor dari pukul 10.00 WITA hingga lewat pukul 11.00 WITA.
Massa mulanya menuntut kehadiran jajaran direksi PLN secara langsung untuk menemui para demonstran guna memberikan penjelasan transparan atas gangguan kelistrikan yang dinilai telah merugikan masyarakat luas, termasuk para pelaku usaha UMKM dan warga yang mengontrak rumah. Menanggapi tuntutan tersebut, pihak manajemen PLN akhirnya menemui massa secara langsung di luar gerbang untuk memberikan keterangan resmi serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.
Dalam audiensi terbuka di hadapan massa aksi, perwakilan manajemen PLN memaparkan langkah-langkah yang sedang ditempuh PLN Pusat terkait pendataan pelanggan terdampak serta pengusulan kompensasi ke Kementerian ESDM.
”Kami sudah mengumpulkan data pelanggan yang terdampak padam dari bulan Juni lalu. Sempat pemadaman berhenti 2 minggu, down lagi nih sistem kita yang insya-Allah berangsur pulih di pertengahan Agustus. Kami akan inventarisir, lalu kami sampaikan ke pusat. PLN pusat nantinya menyampaikan ke Kementerian ESDM untuk dievaluasi apakah pemadaman di Kalimantan akibat sistem atau memang kelalaian dari pelayanan PLN,” ungkap Yanuar, Manager PLN UP3 Banjarmasin didampingi Muhammad Hendy Saifuddin, Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin.
Dijelaskan, jika disetujui Kementerian ESDM, terdapat dua bentuk skema kompensasi, yaitu potongan tagihan untuk pelanggan pascabayar dan token tambahan untuk pelanggan prabayar.
Merespons hal tersebut, Ageng, perwakilan Aliansi Pemuda meminta kepastian mengenai besaran persentase potongan, mengingat besarnya dampak ekonomi bagi warga dan pelaku usaha lokal.
”Berapa persen Pak? Biar tahu pelanggan yang di atas 900 VA. Soalnya UMKM kan banyak juga yang memakai rumah-rumah sewaan dan segala macamnya,” ujar Ageng.
Terkait hal tersebut, perwakilan Manajemen PLN lalu membacakan Permen ESDM seraya menegaskan pihaknya masih mengumpulkan semua ID pelanggan yang terdampak dan melaporkannya untuk menunggu keputusan. “Nah kalau kompensasinya itu, mudah-mudahan disetujui oleh Kementerian ESDM,” katanya.
Ia menyebutkan, pelanggan subsidi (daya 450 VA – 900 VA) bakal ada potongan dari rekening minimum sebesar 20% (dengan perhitungan gangguan 40 jam nyala dalam sebulan).
Pelanggan non-subsidi (daya di atas 900 VA) seharusnya mendapatkan potongan sebesar 35% dari rekening minimum atau biaya beban.
“Kenapa potongan non-subsidi lebih besar daripada yang subsidi? Soalnya secara keseharian atau awal berlangganan, untuk subsidi kan tarif rupiah per kWh-nya sudah lebih murah, maka aturan dari kementerian potongannya lebih rendah dibanding pelanggan non-subsidi,” jelasnya.

Tak puas dengan jawaban perwakilan manajemen PLN, Aliansi Pemuda Banjarmasin mendesak garansi konkret dan jaminan kepastian agar listrik tidak lagi padam secara bergilir.
Pihak PLN memastikan dengan kondisi saat ini masih ada pemadaman sehari 5 jam. “Tanggal 30 Juli rencananya masuk satu unit pembangkit, jadi pemadamannya berkurang menjadi 3 jam sehari, insya-Allah,” ungkapnya.
Lalu 5–6 Agustus masuk lagi satu unit pembangkit, sehingga diharapkan sudah tidak ada lagi pemadaman.
“Bahasa kami agak lebih baik, sebab jumlah pembangkit kami pas-pasan dibandingkan kebutuhan masyarakat. Jadi sewaktu-waktu kalau ada gangguan, bisa saja padam, tapi insya-Allah tidak banyak,” katanya.
Selanjutnya, tanggal 29 Agustus PLKW Asam-Asam masuk ke sistem UP3 Banjarmasin setelah selesai seluruh proses pemeliharaan. “Nah, minta doanya pada September sudah normal,” katanya lagi.
Prioritas Fasilitas Publik dan Akses Informasi
Selain masalah kompensasi dan jadwal pemulihan teknis, beberapa poin krusial turut ditegaskan oleh manajemen PLN.
Prioritas Pengamanan Fasilitas Publik: Fasilitas vital seperti Rumah Sakit (terutama yang berada di jalur rawan), Kantor Pemerintah, Instansi Penegak Hukum (TNI/Polri), dan Kejaksaan menjadi prioritas utama pengamanan daya agar tidak terganggu.
Keterlambatan Diseminasi Informasi: PLN mengakui adanya keterlambatan pembaruan jadwal pemadaman di media sosial dan berkomitmen mempercepat diseminasi jadwal melalui grup WhatsApp Unit Layanan Pelanggan (ULP), Instagram, hingga koordinasi aktif dengan ketua RT dan pihak kecamatan.
Kesiapsiagaan Petugas Lapangan: Seluruh personel dari Petugas Pelayanan Teknik maupun Petugas Billing Manajemen diinstruksikan siaga penuh mengawal kestabilan sistem selama masa pemulihan.
Pernyataan Sikap Resmi Aliansi Pemuda Kota Banjarmasin
Di akhir aksi audiensi, Aliansi Pemuda Kota Banjarmasin bersama masyarakat mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap Resmi yang ditandatangani oleh Koordinator Aksi dengan poin-poin tuntutan sebagai berikut:
Mendesak PT PLN (Persero) Kalselteng dan perangkatnya untuk sesegera mungkin melakukan rapat internal bersama stakeholder terkait guna merealisasikan 7 poin tuntutan massa aksi dalam waktu sesingkat-singkatnya (diberi waktu 2 x 24 jam).
Menuntut pihak PT PLN (Persero) Kalselteng dan stakeholder terkait melakukan konferensi pers resmi bersama awak media untuk menyampaikan seluruh tuntutan dengan komitmen dan tanggung jawab penuh.
Mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan evaluasi, investigasi, dan mitigasi mendalam atas permasalahan teknis maupun struktural di PT PLN (Persero) Kalselteng.
Jika poin 1 sampai 3 tidak dipenuhi, aliansi akan mobilisasi massa dalam jumlah yang lebih masif serta mengambil langkah hukum resmi terhadap BUMN terkait.(Rizky)
Diterbitkan tanggal 28 Juli 2026 by admin












Discussion about this post