MEGAPOLIS.ID, BALI – Guru Besar Hukum Tata Negara sekaligus mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, mengeluhkan delay (keterlambatan) penerbangan Batik Air, Senin (13/7/2026).
Denny menceritakan, semua bermula saat dirinya hendak terbang dari Melbourne menuju Denpasar, Bali.
Jadwal yang tertera di tiket pesawat Batik Air menunjukkan waktu lepas landas pukul 07.00 pagi waktu Australia.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2008-2011) itu telah mempersiapkan diri sejak pukul 04.00.
Namun, sesampainya di konter check-in, Denny kecewa karena tidak ada satu pun petugas yang terlihat.
Ia kemudian melihat layar monitor yang menampilkan perubahan jadwal penerbangan menjadi pukul 11.30.
“Tidak ada ground staff yang menjelaskan. Semua penumpang yang datang kebingungan,” kata Denny, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (14/7/2026).
Denny melanjutkan, pada pukul 11.24 terdengar pengumuman lewat pengeras suara mengenai perubahan gate keberangkatan.
Penerbangan kembali ditunda dengan jadwal baru menjadi pukul 13.30.
“Lalu (ada pengumuman lagi) kembali ke pukul 11.30. Terakhir, saya hanya disuruh menunggu tanpa kejelasan kapan berangkat,” ujarnya.
“Tetap tidak ada ground staff yang muncul untuk menjelaskan,” kata pendiri INTEGRITY Law Firm, firma hukum Indonesia pertama dan satu-satunya yang memiliki izin praktik serta kantor di Australia itu.
Ketidakjelasan jadwal ini membuat para penumpang meluapkan kekecewaannya. Ada pula yang penasaran dari negara mana asal maskapai Batik Air.
“Lebih menyedihkan, beberapa penumpang menanyakan airline negara mana Batik? Ada yang menjawab Indonesia. Malu!” tegasnya.
Pada akhirnya, Denny dan penumpang lainnya baru bisa masuk ke pesawat pada siang hari atau 6 jam dari jadwal awal yang tertera di tiket.
“Saya boarding sekitar pukul 13.00 siang waktu Melbourne,” tandasnya.(Tribun)
Diterbitkan tanggal 14 Juli 2026 by admin












Discussion about this post