MEGAPOLIS.ID, KOTABARU– Konfederasi Serikat Buruh Sawit Kalimantan (K-SERBUSAKA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Standar Operasional Prosedur (SOP) Keuangan dan Konsolidasi Organisasi di Kecamatan Sengayam, Kabupaten Kotabaru, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, sekaligus mempererat konsolidasi serikat buruh sawit di Kalimantan.
FGD yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu diikuti sebanyak 104 peserta. Mereka berasal dari jajaran pengurus konfederasi, Federasi Serikat Pekerja (FSP) Minamas Group, Sinarmas, Rajawali EHP, serta perwakilan serikat pekerja dari Tarjun, Kotabaru, Alam Raya, Stagen, hingga Batulicin.
Ketua Umum K-SERBUSAKA, Bambang Santoso, mengatakan penguatan sistem pengelolaan keuangan menjadi salah satu kunci untuk membangun organisasi buruh yang profesional dan dipercaya oleh seluruh anggotanya.
“Perjuangan buruh sawit tidak boleh rapuh dari dalam. SOP keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional menjadi fondasi agar kepercayaan anggota meningkat serta posisi tawar serikat semakin kuat dalam memperjuangkan hak-hak buruh,” tegas Bambang.
Menurut Bambang, penerapan SOP keuangan yang baku akan menciptakan tata kelola organisasi yang lebih tertib dan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap proses pengelolaan dan pelaporan keuangan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mampu memperkuat kepercayaan anggota terhadap organisasi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai mekanisme pengelolaan dan pelaporan keuangan yang mengacu pada prinsip good organizational governance. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh federasi dalam menjalankan roda organisasi secara profesional.
Selain membahas aspek tata kelola internal, forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan di sektor perkebunan kelapa sawit. Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari penyusunan langkah advokasi hingga penguatan kaderisasi organisasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal K-SERBUSAKA, Rutqi, menegaskan pentingnya menyatukan langkah seluruh federasi anggota dalam merespons dinamika industri sawit, terutama terkait perlindungan hak-hak buruh perempuan.
“Kami ingin memastikan hak-hak buruh, khususnya buruh perempuan, mendapat perlindungan yang lebih kuat. Konsolidasi ini menjadi langkah strategis agar serikat buruh memiliki posisi yang semakin diperhitungkan dalam industri sawit,” ujar Rutqi.
FGD tersebut juga menghadirkan Pembina K-SERBUSAKA Harwanto Hari, jajaran Presidium, serta Tim Program sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai penguatan kelembagaan organisasi dan strategi menghadapi tantangan ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan ini, K-SERBUSAKA menargetkan terwujudnya organisasi yang semakin mandiri, demokratis, dan profesional. Penguatan tata kelola organisasi diharapkan mampu mendukung perjuangan serikat dalam mewujudkan pekerjaan yang layak, perlindungan hak pekerja, serta keadilan sosial bagi buruh perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.(MIA)
Diterbitkan tanggal 13 Juli 2026 by admin













Discussion about this post