MEGAPOLIS.ID, YOGYAKARTA – Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyalurkan 110.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut disalurkan selama periode 20 Juni hingga 6 Juli 2026 untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat saat musim kemarau.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, distribusi air bersih dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan sejak 20 Juni 2026.
Status tersebut menjadi dasar penanganan dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang mulai mengalami penurunan debit air sumur.
“Selama periode 20 Juni sampai 6 Juli 2026 kami sudah mendistribusikan 110.000 liter air bersih atau sebanyak 22 tangki kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Antoni dikutip dari Antara, Kamis (9/7/2026).
Air Bersih Disalurkan ke Lima Kalurahan
Antoni menjelaskan, hingga 9 Juli 2026, penyaluran air bersih telah menjangkau lima kalurahan di tiga kapanewon.
Kelima wilayah tersebut adalah:
Kalurahan Jatimulyo, Temuwuh, dan Terong di Kapanewon Dlingo
Kalurahan Seloharjo di Kapanewon Pundong
Kalurahan Guwosari di Kapanewon Pajangan
Dari total bantuan yang disalurkan:
Kalurahan Seloharjo menerima 15.000 liter (3 tangki)
Kalurahan Guwosari mendapat 10.000 liter (2 tangki)
Dlingo jadi wilayah paling banyak menerima bantuan
Kapanewon Dlingo menjadi wilayah dengan kebutuhan air bersih paling tinggi. Total bantuan ke wilayah tersebut mencapai 85.000 liter atau setara 17 tangki.
Bantuan itu menjangkau 1.090 jiwa di Dlingo. Secara keseluruhan, 1.387 jiwa menjadi penerima bantuan air bersih.
Kalurahan Jatimulyo menjadi wilayah penerima bantuan terbanyak, yakni sekitar 70.000 liter air bersih, karena debit air sumur di wilayah tersebut turun lebih signifikan dibandingkan daerah lain.
“Bantuan tersebut merupakan tindakan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air minum, memasak, mandi, dan keperluan rumah tangga,” ujar Antoni.
BPBD Imbau Warga Hemat Air
Distribusi air bersih dilakukan secara kolaboratif bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul dan sejumlah donatur. Rinciannya:
5 tangki dari BPBD Bantul
14 tangki dari PMI Bantul
3 tangki dari para donatur
BPBD Bantul juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber air secara bijaksana selama musim kemarau.
Warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih diminta segera melapor ke pemerintah kalurahan atau BPBD Bantul.
“Jika ada wilayah lain yang mulai mengalami kekurangan air bersih, kami akan melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan agar masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air bersih,” ujar Antoni.(ant)
Diterbitkan tanggal 10 Juli 2026 by admin













Discussion about this post