MEGAPOLIS.ID, ATLANTA – Kontroversi besar kembali mengguncang Piala Dunia 2026. Bintang Timnas Mesir, Mostafa Zico, melontarkan tuduhan keras kepada FIFA setelah negaranya tersingkir secara dramatis dari Argentina meski sempat unggul dua gol hingga memasuki 11 menit terakhir pertandingan.
Mesir yang sudah berada di ambang kemenangan harus menerima kenyataan pahit setelah Argentina bangkit dan membalikkan keadaan. Kekalahan tersebut memicu kemarahan kubu Mesir sekaligus melahirkan berbagai teori konspirasi di media sosial yang menuding FIFA sengaja menjaga peluang Lionel Messi tetap bertahan di turnamen.
Zico menjadi sosok yang paling vokal usai pertandingan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menilai timnya menjadi korban keputusan wasit yang dianggap merugikan.
“Wasit tidak adil. Ketidakadilan itu sangat jelas,” ujar Zico West Australian, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, Mesir tampil lebih baik sejak awal laga, tetapi sejumlah keputusan kontroversial membuat perjuangan timnya sia-sia. “Kami bermain bagus sejak awal pertandingan. Unggul 2-0 ternyata tidak cukup untuk mengalahkan Argentina. Jelas turnamen ini telah dicurangi,” lanjutnya.
Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah keputusan VAR yang menganulir gol Zico pada menit ke-58. Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Mesir yang merasa momentum pertandingan berubah setelah insiden itu.
Teori Konspirasi Makin Memanas
Perdebatan semakin meluas setelah FIFA mengumumkan perangkat wasit untuk laga Prancis melawan Maroko di Boston. Pengumuman tersebut memicu reaksi keras sebagian penggemar yang menyoroti adanya perangkat pertandingan yang disebut berasal dari Argentina.
Media sosial pun dibanjiri komentar bernada sinis. Sebagian pengguna menuding FIFA tidak lagi berusaha menyembunyikan keberpihakan kepada Argentina, bahkan ada yang berkelakar agar Messi sekalian ditugaskan memeriksa tayangan VAR.
Komentar-komentar tersebut semakin memperkuat teori konspirasi yang telah berkembang sejak pertandingan Mesir kontra Argentina berakhir. Ini bukan kali pertama FIFA menjadi sasaran kritik sepanjang Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, badan sepak bola dunia itu juga menuai kontroversi setelah membatalkan skorsing penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang sebelumnya menerima kartu merah. Keputusan tersebut memicu kritik dari berbagai pihak karena dianggap mencederai konsistensi penerapan regulasi.
Di sisi lain, Lionel Messi juga sempat menjadi sorotan setelah lolos dari hukuman kartu merah ketika melakukan tekel keras terhadap bek Aljazair, Aïssa Mandi, pada laga sebelumnya. Saat itu, Messi mengenai bagian belakang betis Mandi. Meski wasit meniup peluit tanda pelanggaran, ia tidak mengeluarkan kartu, sementara VAR juga memutuskan untuk tidak melakukan intervensi.
Keputusan tersebut memancing kritik, termasuk dari analis ESPN, Ale Moreno. “Itu 100 persen kartu merah. Keputusan seperti ini hanya memperkuat narasi bahwa pemain-pemain besar mendapatkan perlakuan istimewa,” ujar Moreno.
Meski demikian, kontroversi tersebut akhirnya tertutupi oleh penampilan gemilang Messi yang mencetak hattrick pertamanya di ajang Piala Dunia, sekaligus membawa Argentina melangkah ke babak berikutnya.
(Okezone)
Diterbitkan tanggal 8 Juli 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post