MEGAPOLIS.ID, PANGKALAN BUN – Maxi Tour Boemi Nusantara memasuki etape ketujuh dengan menempuh rute Sampit–Pangkalan Bun, Sabtu (4/7/2026). Perjalanan sejauh sekitar 240 kilometer tersebut menjadi ajang pembuktian ketangguhan lini Maxi Yamaha sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Kalimantan Tengah.
Rombongan memulai perjalanan dari Midtown Express Sampit pukul 10.00 WIB. Sebelum meninggalkan Kota Sampit, peserta terlebih dahulu singgah di Bundaran Perdamaian, kemudian melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Jenderal Sudirman yang didominasi hamparan perkebunan kelapa sawit.
Cuaca panas sepanjang perjalanan membuat rombongan beberapa kali berhenti untuk beristirahat dan menghilangkan dahaga. Sekitar pukul 13.00 WIB, peserta singgah di Kecamatan Pangkalan Banteng untuk mengisi bahan bakar sekaligus makan siang. Setelah hampir dua jam beristirahat, perjalanan kembali dilanjutkan hingga tiba di gerbang Kota Pangkalan Bun sekitar pukul 16.00 WIB.
Kondisi jalan yang relatif sepi, mulus, dan minim kemacetan membuat peserta leluasa berkendara. Beragam skutik premium Yamaha, seperti Aerox, Lexi, NMAX, dan XMAX, digunakan dalam touring tersebut.
Setibanya di Pangkalan Bun, rombongan diajak berkeliling kota dan mengunjungi Istana Pangeran Mangkubumi atau Astana Mangkubumi, salah satu cagar budaya yang menjadi ikon sejarah Kabupaten Kotawaringin Barat. Bangunan yang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1850 itu merupakan bekas kediaman Pangeran Adipati Mangkubumi dengan arsitektur rumah panggung berbahan kayu ulin.
Menjelang senja, peserta menikmati suasana tepian Sungai Arut sambil bersantap sore. Kawasan Tepi Arut dikenal sebagai salah satu lokasi favorit wisatawan untuk menikmati matahari terbenam dengan latar Sungai Arut yang menjadi ikon Kota Pangkalan Bun.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan pesta durian bersama sebelum seluruh peserta beristirahat di Brits Hotel Pangkalan Bun.

Public Relation Supervisor Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Adianto Pangaribuan, mengatakan Maxi Tour Boemi Nusantara merupakan agenda rutin Yamaha yang tidak hanya berfokus pada aktivitas berkendara, tetapi juga menghadirkan pengalaman menjelajahi budaya, alam, dan destinasi wisata di berbagai daerah.
“Aktivitas kami tidak hanya riding, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara, budaya, dan alam. Kami sudah beberapa kali melakukan eksplorasi di berbagai wilayah,” ujarnya.
Menurut Adianto, etape Sampit–Pangkalan Bun menjadi salah satu rute yang menguji kemampuan pengendara maupun performa kendaraan.
“Dengan jarak tempuh sekitar 240 kilometer dan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam, lini Maxi benar-benar menunjukkan keandalannya. Meski kondisi jalan di beberapa titik bergelombang, motor tetap nyaman dikendarai. Artinya, durabilitasnya benar-benar terbukti,” katanya.
Ia menambahkan, Yamaha ingin menegaskan bahwa lini Maxi yang telah hadir lebih dari satu dekade tetap menjadi pilihan konsumen karena menawarkan kenyamanan dan keandalan untuk perjalanan jarak jauh.
Adianto juga menjelaskan, fitur Turbo yang kini tersedia pada NMAX dan Aerox terbaru memberikan tambahan tenaga ketika melintasi tanjakan maupun saat mendahului kendaraan lain.
Selain melibatkan jurnalis, blogger, vlogger, dan komunitas Maxi Yamaha Owner (MMO), kegiatan tersebut juga bertujuan mengangkat potensi budaya dan pariwisata di setiap daerah yang dilintasi.
Chief Yamaha Area Kalimantan, Faris, mengatakan bahwa melalui Maxi Tour Boemi Nusantara, Yamaha ingin memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kalimantan kepada masyarakat luas.
“Melalui Maxi Tour Boemi Nusantara, kami ingin menunjukkan bahwa Kalimantan itu luas, indah, dan memiliki kekayaan budaya serta destinasi wisata yang luar biasa. Kami juga ingin membuktikan bahwa medan jalan di Kalimantan yang menantang mampu dilalui dengan nyaman menggunakan lini Maxi Yamaha,” ujarnya.
Sementara itu, Supervisor Promosi Yamaha Area Kalselteng, Andi Rachman, mengatakan rangkaian kegiatan masih berlanjut pada hari kedua.
“Hari pertama kami mengeksplorasi perjalanan dari Sampit ke Pangkalan Bun dan mengunjungi sejumlah ikon wisata kota. Hari kedua peserta akan melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Tanjung Puting,” katanya.(rls)
Diterbitkan tanggal 5 Juli 2026 by admin












Discussion about this post