MEGAPOLIS.ID, BARABAI – Tingginya harga gabah pada musim panen tahun ini membawa kabar baik bagi para petani. Harga gabah di lapangan saat ini mencapai Rp6.750 hingga Rp7.500 per kilogram.
Kepala Bulog Barabai, Riza Wahyudi, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan peran Bulog sebagai penjaga batas bawah harga gabah telah berjalan dengan baik.
Menurutnya, harga gabah yang berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) memberikan keuntungan lebih besar kepada petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Alhamdulillah, tahun ini petani bisa tersenyum. Harga gabah di atas Rp6.500 per kilogram membuktikan kebijakan pemerintah berjalan efektif,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Meski harga gabah tinggi, Bulog tetap mengimbau petani dan pelaku usaha penggilingan untuk menjual sebagian hasil panennya kepada pemerintah.
“Penjualan sekitar lima hingga sepuluh persen gabah atau beras kepada pemerintah ini sangat penting untuk menjaga ketahanan stok nasional,” ujarnya.
Riza mengungkapkan, dengan adanya dukungan dari petani dan pengusaha penggilingan, pemerintah dapat memastikan cadangan pangan tetap tersedia dalam jumlah memadai.
“Kami mengingatkan bahwa kenaikan harga gabah berpotensi berdampak terhadap harga beras yang dibeli oleh masyarakat,” bebernya.
Meski begitu, ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir karena pemerintah terus menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, agar tidak panik karena beras dengan harga terjangkau tetap tersedia,” katanya.
Beras program stabilisasi dipastikan tetap dapat ditemukan di pasar tradisional maupun retail modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Bulog memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan mendatang.
“Ketersediaan stok beras saat ini cukup hingga enam bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras,” tutupnya. (Ary)
Diterbitkan tanggal 7 Juni 2026 by Aan KRMT












Discussion about this post