MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,54 triliun atau Rp468 per lembar saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam RUPST yang dihadiri para pemegang saham Perseroan.
Dalam keterangan resminya, manajemen Indocement menyebutkan total dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp1.536.782.925.132 atau setara Rp468 per saham.
“Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB,” tulis manajemen Indocement dalam siaran persnya.
Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga menyepakati pengangkatan kembali Roberto Collieri sebagai Komisaris Utama Indocement.
RUPST turut menyetujui pengunduran diri Hasan Mier sebagai Direktur Perseroan dan menunjuk Benny Setiawan Santoso untuk menggantikan posisi tersebut dengan masa jabatan efektif sejak penutupan rapat.
Perseroan juga menetapkan Jose Maria Magrina Vadillo sebagai Wakil Direktur Utama efektif mulai 1 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, menyampaikan apresiasi kepada Hasan Mier atas kontribusinya selama menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak 2006.
Ia mengatakan sejumlah pencapaian penting berhasil diwujudkan selama masa kepemimpinan Hasan Mier, di antaranya pembangunan Plant 14, peningkatan kapasitas produksi di Cirebon dan Citeureup, peluncuran Semen Rajawali dan Mortar Tiga Roda, hingga integrasi produk semen Bosowa dan Grobogan ke dalam sistem produksi Perseroan.
“Kontribusi beliau juga memastikan penerapan standar operasional yang sejalan dengan standar produksi Indocement, termasuk pada Semen Tiga Roda,” ujar Christian.
Dalam RUPS Luar Biasa, pemegang saham juga menyetujui penarikan kembali sebagian saham hasil pembelian kembali (buyback) tahun 2021 dan 2022 melalui pengurangan modal ditempatkan serta modal disetor Perseroan sebesar Rp1,7 triliun.
Selain itu, Perseroan mendapat persetujuan untuk melaksanakan program pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp750 miliar yang berlaku mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027.
Manajemen Indocement menjelaskan, Perseroan saat ini merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dengan produk utama Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda dan Semen Grobogan.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik semen, terdiri dari 10 pabrik di Kompleks Citeureup, Bogor, tiga pabrik di Kompleks Palimanan, Cirebon, dan satu pabrik di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.(rls)
Diterbitkan tanggal 22 Mei 2026 by admin












Discussion about this post