MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza secara aktif menjajaki berbagai peluang investasi strategis dari Rusia untuk dibawa ke Indonesia.
Langkah ini dilakukan saat menghadiri Indonesia-Russia Business & Investment Forum di St. Petersburg, Rusia, sebagai bagian dari persiapan menuju pameran industri terbesar, Industrial International Exhibition (Innoprom) 2026.
Forum ini merupakan rangkaian awal dari Innoprom yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. Pada edisi tahun ini, Indonesia mendapatkan kehormatan terpilih sebagai partner country.
“Indonesia tahun ini ditunjuk sebagai partner country INNOPROM, menyusul Arab Saudi dan China pada tahun-tahun sebelumnya. Menuju persiapan itu, kami mengadakan business forum di St. Petersburg untuk membahas business matching dan peluang investasi,” ujar Wamenperin Faisol Riza dalam keterangan resminya, sebagaimana dikutip dari Media Indonesia, Rabu (6/5/2026).
Investasi Strategis: Galangan Kapal hingga PLTN Terapung
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah sektor industri menjadi fokus utama pembahasan. Salah satu yang mengemuka adalah rencana investasi pembangunan galangan kapal serta kerja sama pemenuhan bahan baku pupuk.
“PT Pupuk Indonesia menjajaki kemungkinan kerja sama untuk memenuhi kebutuhan fosfat dan kayu yang diperlukan dalam produksi pupuk NPK,” jelas Faisol.
Selain sektor manufaktur konvensional, Rusia melalui perusahaan Rosatom menawarkan teknologi mutakhir berupa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung (floating nuclear power plant). Teknologi ini dinilai efisien karena ditempatkan di fasilitas laut yang berdekatan dengan daratan.
Inovasi Energi: Wamenperin menyambut baik tawaran teknologi nuklir terapung Rosatom, mengingat model ini telah diimplementasikan di Vietnam dan Myanmar sebagai solusi energi yang tidak memakan lahan daratan secara luas.
Potensi Besar Industri Halal di Rusia
Tak hanya menarik investasi masuk, Wamenperin juga agresif menyodorkan produk industri halal Indonesia ke pasar Rusia. Dengan populasi muslim mencapai 25 juta jiwa di Rusia, Faisol optimistis produk kosmetik, fashion, serta makanan dan minuman halal RI memiliki pasar potensial yang besar.
“Apapun produk industri halal, saya yakin sekali akan diterima dengan baik oleh masyarakat muslim di Rusia,” tegasnya.
Ketahanan Kerja Sama Energi dan Vokasi
Di sela kunjungan kerjanya, Wamenperin juga mengunjungi St. Petersburg State University dan RusChemAlliance LLC. Kunjungan ini bertujuan membahas kemitraan sekolah tinggi vokasi serta pengamanan pasokan energi berupa LNG dan LPG untuk kebutuhan industri nasional.
“Kebutuhan industri akan LPG semakin meningkat. Meskipun harganya fluktuatif, pihak Rusia menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan sumber dari negara lain,” tambah Faisol.
Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Alexei Gruzdev, menegaskan komitmen Moskow untuk memperkuat fondasi ekonomi kedua negara. Forum ini sendiri dihadiri lebih dari 100 peserta, termasuk Duta Besar RI untuk Rusia dan perwakilan Pemerintah Kota St. Petersburg, yang menandakan kuatnya sinergi bilateral antara Jakarta dan Moskow.(MI)
Diterbitkan tanggal 6 Mei 2026 by admin













Discussion about this post