MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Sebanyak 9 peserta meriahkan Festival Japin Cerita yang digelar di Taman Budaya, Jalan Brigjen Hasan Baseri, Kota Banjarmasin, Rabu (5/6/2024).
Peserta paling jauh berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, yakni Sanggar Tanah Harum.
“Dengan adanya event ini semoga kita bisa lebih mendorong generasi muda untuk lebih mencintai budaya lokal, khususnya pelajar,” ucap Kepala UPTD Taman Budaya Suharyanti.
Dalam festival yang dihelat sejak pagi ini menobatkan Kelompok Studi Seni Sanggar Budaya (KS3B Kalsel) sebagai Juara 1, Juara 2 diraih Garis Teater dari SMK 2, dan Sanggar Tanah Harum mendapatkan Juara 3. Disusul dengan Juara Harapan 1 dari Kampoeng Seni Boedaja ULM, dan Harapan 2 dari Sanggar Bahana Antasari.
Sedangkan untuk kategori Peserta Favorit didapat Garis Teater dan Penonton Terheboh dari Teater Kuku PGSD ULM.
Sementara itu evaluasi juri diantaranya masih banyak peserta yang terburu buru dengan waktu yang diberikan selama 30 menit.

“Perlu juga memperhatikan beberapa seperti kostum. Ciri dari teater rakyat itu sendiri adalah dekat dengan penonton baik langsung ataupun tidak langsung, ini juga patut diperhatikan. Kemudian unsur Japin, musik mungkin melengkapi namun cerita yang utama,” papar M Syahriel M Noor atau yang akrab disapa Ariel Lawang.
Sedangkan Bayu Bastari menambahkan terlepas dari evaluasi tersebut, dirinya mengapresiasi upaya tiap peserta.
“Sebab ada yang sedang ujian tadi ya dari adik-adik pelajar, kemudian ada yang menyempatkan datang usai bekerja, bahkan ada yang jauh-jauh dari Amuntai kita patut beri applause. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian akan pemajuan kebudayaan,” ujarnya.
Kemudian yang disoroti juga pentingnya kerja sama, sebab dalam Japin cerita, semua saling mendukung. Pemusik tidak hanya melengkapi tapi bisa juga merespon, artinya pemusik tidak hanya melengkapi di panggung. Kemudian walaupun ini Japin cerita tidak semua harus di-japin-kan, ada momen untuk itu. “Oleh karena itu, kedepan hal ini perlu dicermati. Dan menarik naskah naskah yang ada semoga ada kategori juga untuk penulis naskah kedepannya, artinya setelah ini tugas setiap kelompok teater untuk menulis naskah Japin cerita di kelompoknya masing-masing agar variasi cerita dari Japin cerita semakin banyak,” tandasnya.
Sementara dari Iwan (Irwan Budiman) menyebut ada beberapa yang nampak meminjam celetukan, atau eksen daerah lain.
“Perlu diingat kita kembali lagi kepada Japin cerita yang Banjar-nya kuat, artinya kembali ke Banjar itu sendiri. Karena ini dipentaskan di panggung perlu juga pemahaman teman-teman akan hukum teater modern,” sarannya.(Rizky Fadhlillah)
Editor: Agus Salim
Diterbitkan tanggal 6 Juni 2024 by admin














Discussion about this post