MEGAPOLIS.ID, BARABAI – Pemberantasan narkoba terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Tengah (HST). Kali ini menyasar Dusun Kundan, Desa Haruyan Dayak, Kecamatan Hantakan, yang selama ini dikenal luas masyarakat sebagai kampung bebas narkoba yang kini menjadi sorotan.
Jajaran Polres HST menggelar penggeledahan besar-besaran di kawasan tersebut, Kamis, (22/10/2026).
Penggerebekan ini menjadi penegasan bahwa polisi tidak tinggal diam menghadapi dugaan peredaran narkoba di Kundan. Langkah tersebut sekaligus menjawab anggapan sebagian masyarakat yang selama ini menilai polisi tidak berani memberantas narkoba di kawasan desa tersebut.
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon bersama Wakapolres Kompol Antoni Silalahi, yang di dampingi Kasat Narkoba, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Samapta, tidak ketinggalan Kasat Lantas juga ikut serta, menyisir rumah-rumah yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.
Dari penggeledahan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang, mulai dari alat isap atau bong, plastik klip, kamera pengawas (CCTV), dua senjata api, senjata angin, puluhan senjata tajam berbagai jenis, hingga tiga unit sepeda motor.
Seluruh barang hasil penggeledahan dibawa ke Mapolres HST untuk didata dan diproses lebih lanjut. Barang-barang tersebut selanjutnya direncanakan untuk dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon menegaskan, operasi tersebut tidak hanya menyasar Kundan. Petugas bergerak ke empat desa yang terindikasi menjadi lokasi transaksi narkoba, yakni Desa Tilahan, Muara Biang, Kundan, dan Pantai Binuang. Total ada delapan rumah yang digeledah dalam operasi tersebut.
“Dari empat desa ini, kita menggeledah sebanyak delapan rumah yang terindikasi menjadi bandar-bandar narkoba,” kata Jupri.

Kundan menjadi salah satu titik yang menyita perhatian karena selama ini dikenal masyarakat sebagai kampung bebas narkoba. Penggeledahan berskala besar di kawasan tersebut menandai langkah tegas kepolisian dalam menindaklanjuti informasi dan hasil penyelidikan terkait dugaan peredaran narkoba.
Namun saat petugas tiba di Kundan dan Pantai Binuang, kondisi kedua desa tersebut relatif sepi. Jupri menyebut hampir tidak ada masyarakat yang berada di lokasi.
Meski demikian, penggeledahan tetap dilaksanakan dengan didampingi kepala desa setempat.
Dari rumah-rumah yang diperiksa, petugas menemukan dua senjata api, sejumlah senjata tajam, alat isap, plastik klip, dan CCTV. Menurut Jupri, keberadaan senjata-senjata tersebut menjadi perhatian karena dikhawatirkan dapat digunakan untuk melakukan perlawanan saat penangkapan. Namun, polisi belum mengamankan tersangka dalam operasi tersebut.
Jupri menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi masyarakat, orang-orang yang menjadi sasaran petugas diduga telah meninggalkan lokasi sejak dini hari.
“Dari operasi hari ini kami belum berhasil mengamankan tersangka karena penghuni rumah-rumah yang terindikasi dari hasil lidik dan informasi masyarakat sejak subuh mereka sudah pada keluar dari kampung tersebut,” ungkapnya.
Dari pemeriksaan posisi juga menunjukkan orang-orang yang menjadi sasaran operasi diduga sudah berada di luar daerah.
Kapolres menambahkan meski belum berhasil mengamankan tersangka, pihaknya terus berupaya pemberantasan narkoba di Hulu Sungai Tengah tidak akan berhenti sampai di sini.
Kapolres meminta masyarakat agar menjauhi narkoba dan mendukung upaya kepolisian dalam memutus peredarannya.
“Kami tidak akan mentolerir dan tidak akan memberikan ruang sedikit pun untuk narkoba di Hulu Sungai Tengah,” tegasnya.
Polisi kini masih menelusuri keberadaan orang-orang yang menjadi sasaran operasi, sekaligus mendalami keterkaitan barang-barang yang ditemukan dengan dugaan tindak pidana narkotika beberapa senjata.
Kedatangan personel Polres HST dalam operasi pemberantasan narkoba di empat desa menjadi tontonan warga masyarakat setempat.
Penggeledahan rumah-rumah yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba, dukungan warga justru menguat, terutama di Dusun Kundan, Desa Haruyan Dayak, Kecamatan Hantakan.
Bagi sebagian warga Kundan, operasi besar-besaran tersebut bukan sekadar penegakan hukum. Mereka berharap langkah polisi bisa menjadi titik balik untuk menjaga kampung dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Warga setempat, Junian, mengaku senang dengan kehadiran polisi yang turun langsung melakukan pemberantasan narkoba di wilayahnya.
“Kami sudah muak. Kami tidak mau kampung kami semakin rusak namanya dan generasi muda kami rusak akibat narkoba,” ujar Junian.
Pernyataan Junian menggambarkan keresahan warga yang tidak ingin kampung mereka terus dikaitkan dengan dugaan aktivitas narkoba. Ia berharap penindakan yang dilakukan aparat tidak berhenti pada operasi hari itu, tetapi berlanjut hingga peredaran narkoba benar-benar diberantas.
Dukungan serupa disampaikan warga lainnya, Saidam. Ia berharap patroli dan operasi kepolisian dapat memberikan efek jera kepada para pelaku penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, kehadiran polisi secara langsung di lokasi penting untuk menunjukkan bahwa aparat serius menangani persoalan narkoba yang meresahkan masyarakat.
Bagi warga Kundan dan desa lainnya yang menjadi sasaran operasi, harapan mereka kini tertuju pada penindakan yang berkelanjutan. Mereka ingin kampung tetap aman, nama baik desa terjaga, dan generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba karena sudah cukup banyak tertangkap karena narkoba atau hancur rumah tangga.(hil)
Diterbitkan tanggal 23 Oktober 2026 by admin












Discussion about this post