MEGAPOLIS.ID, KOTABARU – Turnamen Bola Voli Sungai Taib Cup 2026 resmi berakhir, Kamis (1/10/2026). Kompetisi yang digelar sejak 14 September kemarin diikuti sebanyak 18 tim putri dari empat kecamatan, tak hanya menjadi arena perebutan gelar, tetapi juga menjadi wadah penjaringan bakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Turnamen tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sungai Taib, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru, serta Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kotabaru.
Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru pada tahun 2026 adalah Shadiqul Amin, S.Sos., M.A Kotabaru menilai maraknya turnamen bola voli di tingkat desa menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga masyarakat. Ajang seperti Sungai Taib Cup dinilai dapat menjadi ruang bagi atlet junior maupun senior untuk mengasah kemampuan dan menjaga jam terbang pertandingan.
“Kami dari Disparpora sangat mengapresiasi maraknya turnamen bola voli yang dilaksanakan di desa-desa. Ini menjadi ajang yang sangat baik untuk mengasah kemampuan atlet junior, seperti persiapan Popda maupun Porprov, sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi para atlet senior,” ujarnya.
Selain pembinaan atlet, ia juga menekankan pentingnya kelayakan sarana olahraga di tingkat desa, terutama aspek keamanan bagi atlet selama pertandingan.
“Kami juga berkomitmen mendukung kelayakan fasilitas olahraga di desa agar memenuhi standar serta menjamin keamanan atau safety para atlet saat bertanding,” lanjutnya.
Sementara itu, mewakili kepengurusan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dan KONI Kabupaten Kotabaru, Arbani, menyoroti pentingnya pembinaan yang lebih terarah, termasuk pendataan dan registrasi klub. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan pembinaan atlet berjalan tertib sekaligus menghindari persoalan administrasi dan kepemilikan pemain dalam turnamen resmi.
Ketua PBVSI Kotabaru, Arbani, mengatakan PBVSI bersama KONI terus melakukan pembinaan dan penjaringan terhadap pemain-pemain potensial di daerah.
“Ke depannya, kami akan mewajibkan seluruh klub bola voli di Kotabaru untuk terdaftar resmi atau ter-register di PBVSI guna menghindari tumpang tindih kepemilikan pemain saat turnamen resmi digelar,” katanya.
PBVSI juga menyiapkan rencana kejuaraan khusus kelompok umur mulai U-10 hingga U-17 sebagai bagian dari upaya memperkuat regenerasi atlet bola voli Kotabaru.
Dari sisi penyelenggara, Kepala Desa Sungai Taib, H. Sunarto menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat selama turnamen berlangsung. Selain menjadi ruang bagi warga menyalurkan minat dan bakat olahraga, kegiatan tersebut juga memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi warga.
“Alhamdulillah, turnamen berjalan dengan aman dan lancar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wadah positif bagi warga dan ibu-ibu untuk menyalurkan bakat olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pedagang kecil dan UMKM di sekitar lokasi pertandingan,” ungkapnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan Pemerintah Desa Sungai Taib untuk kembali menjadwalkan turnamen serupa pada kesempatan berikutnya.
Dalam pelaksanaannya, babak penyisihan digelar di Desa Sungai Taib. Sementara partai final disesuaikan lokasinya karena mempertimbangkan kelengkapan fasilitas, terutama penerangan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat menyaksikan laga-laga yang dipertandingkan.
Dikesempatan yang sama Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Sungai Taib Cup 2026, Erma Devid Sulistianto, dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan, seluruh rangkaian pertandingan yang berlangsung sejak 14 September hingga 1 Oktober 2026 dapat terlaksana dengan baik.
Sebanyak 18 tim putri dari empat kecamatan ambil bagian dalam turnamen tersebut.
“Tanpa dukungan dan kerja sama dari semua pihak, kegiatan ini tentu tidak akan dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan,” ujar Erma.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat kekurangan, baik dari sisi teknis, pelayanan, fasilitas maupun penyelenggaraan.
Kekurangan tersebut, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga berikutnya agar dapat berjalan lebih baik.
Dari hasil pertandingan final, Club Figther keluar sebagai Juara I Sungai Taib Cup 2026. Posisi Juara II diraih Club Tirawan, sementara Club STB menempati Juara III dan Club Laskar harus puas di posisi Juara IV.(MIA)
Diterbitkan tanggal 2 Oktober 2026 by admin













Discussion about this post