MEGAPOLIS.ID, Jakarta – Menahan buang air besar (BAB) sesekali biasanya tidak berbahaya. Namun, apa yang terjadi kalau kalau sering menahan BAB?
Menurut sejumlah ahli, terlalu sering menahan BAB dapat meningkatkan risiko berbagai masalah
Keinginan untuk BAB merupakan sinyal alami bahwa feses sudah berada di rektum dan siap dikeluarkan. Karena itu, sebaiknya BAB dilakukan sesegera mungkin ketika tubuh mulai memberikan sinyal tersebut.
Apa yang terjadi kalau sering menahan BAB?
Melansir penjelasan di laman Medical News Today, ketika BAB ditahan, feses akan berada lebih lama di dalam usus besar. Usus besar kemudian terus menyerap air dari feses sehingga teksturnya menjadi lebih keras dan kering.
Feses yang keras tentu lebih sulit dikeluarkan. Kondisi ini dapat menyebabkan sembelit dan membuat seseorang perlu mengejan lebih kuat saat BAB.
Jika kebiasaan menahan BAB terus dilakukan, penumpukan feses juga dapat membuat rektum meregang. Dalam kondisi tertentu, sensitivitas rektum terhadap keberadaan feses bisa ikut berkurang.
Akibatnya, seseorang mungkin tidak lagi merasakan dorongan untuk BAB seperti sebelumnya. Pada kasus tertentu, berkurangnya sensasi ini dapat menyebabkan kebocoran feses atau inkontinensia fekal.
Dampak sering menahan BAB?
Sembelit menjadi salah satu dampak yang paling umum dari kebiasaan menahan BAB. Selain membuat BAB sulit, sembelit juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.
Dikutip dari Healthline, penumpukan feses yang semakin parah dapat menyebabkan fecal impaction, yaitu kondisi ketika massa feses yang keras dan kering tersangkut di usus besar atau rektum.
Komplikasi serius memang jarang terjadi. Namun, sembelit yang sangat parah dapat menimbulkan masalah serius pada saluran pencernaan sehingga kebiasaan menahan BAB sebaiknya tidak dianggap sepele.
Berapa lama BAB boleh ditahan?
Tidak ada waktu pasti yang berlaku untuk semua orang karena frekuensi BAB setiap orang berbeda. Ada orang yang BAB beberapa kali sehari, sementara yang lain hanya beberapa kali dalam seminggu.
Meski begitu, seseorang sebaiknya tidak mengabaikan rasa ingin BAB. Jika sedang tidak bisa menggunakan toilet, menahannya sesaat biasanya tidak menjadi masalah, tetapi usahakan untuk segera BAB ketika sudah memungkinkan.
Apabila kamu sudah terlalu sering menahan BAB dan sembelit terjadi berulang kali, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Terlebih jika kamu mulai kehilangan sensasi ingin BAB atau mengalami perubahan pola BAB yang menetap.
Pada anak, kebiasaan menahan BAB juga perlu diperhatikan. Pengalaman BAB yang menyakitkan dapat membuat anak takut dan kembali menahan feses, sehingga masalah sembelit semakin berulang.
Pada akhirnya, BAB merupakan proses alami tubuh yang sebaiknya tidak sering ditunda. Mendengarkan sinyal tubuh dan segera menggunakan toilet ketika muncul keinginan BAB dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Itulah penjelasan mengenai apa yang terjadi kalau sering menahan BAB menurut sudut pandang kesehatan. Semoga informasi ini bermanfaat untukmu.
(CNN Indonesia)
Diterbitkan tanggal 19 September 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post