Megapolis
Iklan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
Megapolis
No Result
View All Result
Home Kalimantan

Mengeja Nusantara di Atas Roda Astrea Tua (Bagian 2)

Oleh: Rizky Fadhlillah

admin by admin
Senin, 7 September 2026 - 17:02
di Kalimantan, Ragam
0
Mengeja Nusantara di Atas Roda Astrea Tua (Bagian 2)
43
SHARES
752
VIEWS

Dari Kupang ke Papua: Goyah, Malaria, dan Impian yang Menyayat Hati

BEBERAPA bulan setelah catatan pertama tentang perjalanannya terbit, Akbar Setiawan masih terus bergerak ke timur. Dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, motor Astrea tuanya membawanya semakin jauh. Kini ia sudah di Timika, Papua Tengah—setelah hampir satu tahun penuh meninggalkan Paringin, Kalimantan Selatan.

Wawancara kali ini dilakukan melalui chat. Meski jarak memisahkan, percakapan mengalir jujur dan apa adanya.

Perjalanan sejauh ini jelas tidak ringan. Saya bertanya apakah ia pernah goyah di tengah jalan.

“Pernah dan itu sangat sering,” jawabnya.

Ia menuturkan, ketika perjalanan sudah membawa terlalu jauh dan begitu lama, dari Kalimantan Selatan sampai ke Timika, Papua Tengah ini saja memakan waktu satu tahun. Begitu banyak peristiwa yang dilalui setiap detiknya, mau itu baik atau buruk. Banyak hal yang kita tidak tahu kapan datangnya: kebingungan membuat kita kehilangan arah tujuan, trouble motor, uang sudah menipis, tidak ada teman bertukar pikiran. Ketika semua itu jadi satu, terjerumuslah kita ke titik terendahnya seorang pengembara.

“Tapi kita harus sadar juga banyak indikasi yang membuat kita tetap terus melangkah. Salah satunya yang tetap harus ada di kepala, semua ini prosesnya. Memang impian kita ini tidak kecil, makanya mewujudkannya begitu menyayat hati,” imbuhnya.

Salah satu ujian terberat datang saat malaria menyerang di Timika.

“Sebelum sampai ke Papua saya sudah dikasih tahu bahwa setiap masuk Papua pasti kena malaria, tapi saya masih tidak tahu rasanya. Ketika sudah di Timika, Papua Tengah selama satu bulan lebih baru saya kena malaria. Malaria ini penyebarannya melalui nyamuk, hampir mirip dengan DBD, dan kebetulan di Timika sini endemik nyamuknya yang paling parah,” ujarnya.

Rasanya terkena malaria itu seperti mau meninggal. Demam tinggi sampai menggigil hebat, kepala sakit seperti ditusuk, hilang selera makan, apa yang dimakan langsung dimuntahkan, badan semua linu lemas, tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.

Untuk bisa terus melanjutkan perjalanan dengan modal awal yang sangat terbatas, Akbar harus bekerja di hampir setiap tempat yang disinggahi.

“Dari kampung halaman saya hanya bermodalkan uang tiga juta dan pengalaman basic untuk melakukan perjalanan jauh dan lama. Dengan uang segitu tidak bisa masuk logika untuk melakukan perjalanan jauh dan lama, alhasil saya harus mencari pekerjaan freelance sesuai basic, bisa atau mencoba hal baru yang menghasilkan uang di setiap daerah yang potensial. Jadi saya pernah bekerja kasar seperti kuli bangunan, cuci piring di warung makan, angkut-angkut barang di pelabuhan, kerok body Vespa, jual-jual karya tulisan kumpulan cerpen dalam bentuk PDF (ebook), jual baju dengan desain sendiri, dan pekerjaan lainnya yang menghasilkan makanan walaupun bukan uang,” ujarnya lagi.

Meski lelah dan sering kekurangan, karya tetap lahir di jalan.

“Selain konten perjalanan saya di sosial media, karya yang kelihatan dan berhasil saya buat di perjalanan ini yaitu kumpulan cerpen, kumpulan puisi, ada juga puisi yang saya buat untuk ikutkan antologi puisi penyair se-benua Anam Kalimantan Selatan, serta desain baju. Kalau kalian berkenan ingin membaca, silakan beli karya saya kumpulan cerpen dengan judul Patahan yang Tidak Pernah Sembuh. Langsung saja follow dan DM Instagram saya @akbarrr_setiawann – Senandung Pengembara. Kalau kalian membeli karya saya itu, sama saja kalian terus mendukung perjalanan saya, karena uangnya untuk kebutuhan selama perjalanan mewujudkan mimpi Keliling Indonesia ini,” ucapnya.

Motor Astrea Grand yang menemaninya sejak Bali tetap menjadi sahabat sekaligus sumber tantangan tersendiri.

“Di tahun 2021 dulu saya pernah backpacker selama dua bulan di Jawa Timur ke Jawa Tengah. Setelah empat tahun kemudian saya memutuskan merantau ke Bali tapi dengan gaya touring motoran memakai Astrea Grand. Sewaktu di Bali hampir satu bulan, ada teman yang mengingatkan mimpi saya untuk Keliling Indonesia dan dia juga yang mengajak lanjut jalan, namanya Bang Bily Butar (Ngaga). Dengan pengalaman seadanya saya memberikan diri untuk mengiyakan dan melanjutkan perjalanan mewujudkan mimpi itu,” lanjutnya.

Lebih jauh diceritakan, ada kekurangan dan kelebihan ketika melakukan perjalanan jauh dengan motor. Kelebihannya bisa dengan mudah mencapai tujuan dan mengangkut barang-barang yang dibawa. Tapi kekurangannya, ketika motor itu rusak, maka harus mengeluarkan uang yang lumayan banyak jika tidak terlalu mengerti perbaikannya. Naik kapal juga biayanya lebih mahal: kalau orang saja 500 ribu, kalau dengan motor bisa mencapai satu juta. Pengeluaran memang lebih banyak, tapi banyak terbantu juga.

Pengalaman langsung di timur Indonesia memberinya sudut pandang yang berbeda dari sekadar membaca berita.

“Kalian sering mendengar istilah Indonesia itu negara kepulauan, tidak? Awalnya saya cuma merasa biasa saja membacanya. Nah setelah saya menyusuri langkah demi langkah, jalan demi jalan, pulau demi pulau, baru saya menyadari istilah itu benar-benar nyata di depan mata. Baru lah ternyata Indonesia ini sangat luas. Dulu sebelum melakukan perjalanan ini saya lumayan banyak tertarik dengan keberagaman budaya, seni, dan sejarah yang ada di Indonesia, dan biasanya saya cuma bisa melihat di sosial media. Kini akhirnya saya bisa melihat keberagaman itu secara langsung. Banyak hal yang menarik dari Indonesia bagian Timur, tapi ada banyak juga yang tidak terakses secara luas,” lanjutnya lagi.

Menurut Akbar, banyak sekali ketimpangan sosial yang mengitari negeri yang kaya ini, sampai-sampai ada istilah yang ditemui: Indonesia tanah airku, ‘tanah ku beli, air ku beli di tempat tinggalku’.

“Damn bro. Saya langsung berpikir ulang dan merenungkan kata-kata itu. Pantas saja banyak wilayah yang ingin memisahkan diri dari Indonesia jika kopdes dan MBG lebih penting ketimbang nasib masyarakat. Banyak sekali permasalahan atau isu sosial yang saya temui, entah itu di pendidikan, ekonomi, geografi, antropologi. Hampir di setiap aspek ada saja permasalahan yang sudah menjadi bola salju atau bom waktu yang begitu besar,” tuturnya.

Saat kabut asap menyelimuti Kalimantan, tanah kelahirannya, Akbar hanya bisa berdoa dari jauh.

“Untuk Kalimantan, kita semua yang memiliki mata dan empati pasti berduka melihat kejadian yang dilakukan dengan sengaja dan menimbulkan dampak buruk bagi orang lain. Tapi untuk sebagian teman-teman yang sedang berjuang di barisan panjang di hadapan Babilon juga tidak bisa ekstra membantu untuk Kalimantan, karena mereka juga sama-sama berjuang untuk kemerdekaannya.

Saya harap pemuda-pemudi di sana juga melakukan gerakan untuk membantu memulihkan kembali Kalimantan. Doa saya untuk tanah kelahiran: semoga lekas membaik seperti semula,” tandasnya.

Meski sudah sangat jauh, rumah tetap menjadi tempat yang paling dirindukan.

“Perjalanan ini sangat jauh dan lama, saya pasti rindu rumah. Rumah adalah tempat ternyaman untuk melepaskan lelah terhadap dunia yang semakin hari semakin melelahkan jika terus mengikutinya. Yang paling saya rindukan duduk di atas balkon rumah ditemani secangkir kopi dan rokoknya sambil mendengarkan lagu kesukaan, dan ada suara-suara samar terdengar di bawah sebagai tanda orang-orangnya masih lengkap di dalam rumahnya. Untuk orang rumah tidak perlu khawatir berlebihan. Tunggu sebentar, setelah mewujudkan mimpi saya pasti kembali,” katanya.

Sebagai penulis, keinginan untuk membukukan seluruh perjalanan ini tetap hidup di benaknya.

“Sebagai seorang penulis yang senang jalan-jalan, itu pastinya sangat ingin. Semoga nantinya setelah perjalanan Keliling Indonesia ini benar-benar terwujud, banyak waktu luang untuk saya mengingat-ingat kembali perjalanan yang telah dilalui untuk dituangkan ke dalam suatu tulisan dalam bentuk apa pun itu nantinya. Konten video saya selama perjalanan ada di Instagram, TikTok, dan Facebook. Jika berkenan, langsung saja kunjungi Instagram saya @akbarrr_setiawann – Senandung Pengembara,” katanya lagi.

Rencana ke depan sudah tergambar jelas.

“Setelah ke Nol Kilometer Selatan Indonesia di Pulau Rote, perjalanan ini berlanjut ke Nol Kilometer Timur Indonesia di Merauke atau Jayapura nantinya. Setelah itu perjalanan ini berlanjut ke Utara Indonesia, titik Tengah Indonesia, baru ke paling Barat Indonesia, baru lah perjalanan ini berlanjut menuju ke tanah kelahiran.

Banyak tempat yang pengen saya kunjungi seperti Raja Ampat, Banda Neira, Tana Toraja, Gunung Semeru, Danau Toba, dan banyak lagi. Terus dukung, support, dan doakan semoga perjalanan Keliling Indonesia bisa terwujud ya, teman-teman,” pungkasnya.

Dari percakapan via chat yang mengalir apa adanya itu, satu hal terlihat jelas: Akbar tidak sedang mencari kenyamanan. Ia sedang mengeja Nusantara dengan cara yang paling jujur—lewat kaki, motor tua, keringat, demam, dan hati yang tetap memilih melangkah meski kadang terasa begitu menyayat.(Bersambung)

Ikuti perjalanan Akbar lebih jauh di: Instagram & TikTok @akbarrr_setiawann – Senandung Pengembara

Diterbitkan tanggal 7 September 2026 by admin

Tags: Akbar SetiawanKeliling IndonesiaMotor Astrea Grand
Berita Sebelumnya

Lebih 10 Tahun Tak Dikeruk, Yamin Kembalikan Fungsi Kolam Kamboja

admin

admin

Discussion about this post

Widget weather
  • Trending
  • Komentar
  • Terbaru
Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

22 Desember 2025
Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

16 April 2025
Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

30 Mei 2025
Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

20 September 2024
Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

0
Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

0
Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

0
Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

0
Mengeja Nusantara di Atas Roda Astrea Tua (Bagian 2)

Mengeja Nusantara di Atas Roda Astrea Tua (Bagian 2)

7 September 2026
Lebih 10 Tahun Tak Dikeruk, Yamin Kembalikan Fungsi Kolam Kamboja

Lebih 10 Tahun Tak Dikeruk, Yamin Kembalikan Fungsi Kolam Kamboja

7 September 2026
3 Calon Kuat Juara MotoGP 2026, Nomor 1 Marc Marquez!

3 Calon Kuat Juara MotoGP 2026, Nomor 1 Marc Marquez!

7 September 2026
Jorge Martin Mau Juara Dunia MotoGP 2026 Modal Konsisten Finis, Carlo Pernat: Itu Tak Berguna!

Jorge Martin Mau Juara Dunia MotoGP 2026 Modal Konsisten Finis, Carlo Pernat: Itu Tak Berguna!

7 September 2026

Berita Baru

Mengeja Nusantara di Atas Roda Astrea Tua (Bagian 2)

Mengeja Nusantara di Atas Roda Astrea Tua (Bagian 2)

7 September 2026
Lebih 10 Tahun Tak Dikeruk, Yamin Kembalikan Fungsi Kolam Kamboja

Lebih 10 Tahun Tak Dikeruk, Yamin Kembalikan Fungsi Kolam Kamboja

7 September 2026
3 Calon Kuat Juara MotoGP 2026, Nomor 1 Marc Marquez!

3 Calon Kuat Juara MotoGP 2026, Nomor 1 Marc Marquez!

7 September 2026
Jorge Martin Mau Juara Dunia MotoGP 2026 Modal Konsisten Finis, Carlo Pernat: Itu Tak Berguna!

Jorge Martin Mau Juara Dunia MotoGP 2026 Modal Konsisten Finis, Carlo Pernat: Itu Tak Berguna!

7 September 2026
Megapolis

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.

  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.