MEGAPOLIS.ID – Konfederasi sepak bola Eropa (UEFA), Asia (AFC), dan Amerika Utara-Tengah-Karibia (CONCACAF) kompak membuat pernyataan kontra terhadap rencana FIFA menjual saham Piala Dunia ke pihak swasta.
UEFA jadi salah satu pihak paling vokal menyikapi hal ini. Dalam pernyataannya, mereka gamblang menyebut rencana FIFA sebagai tindakan keluar jalur.
“Ini melanggar batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola. UEFA menanggapinya dengan sangat serius,” tulis UEFA.
“Begitu juga setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Demikian pula setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, pendukung, pemerintah, dan semua orang yang peduli dengan masa depan permainan ini.”
Sementara AFC melontarkan kekecewaan karena FIFA tak lebih dulu membawa niat menjual saham ke forum resmi. Menurut mereka, mestinya badan sepak bola dunia mengedepankan komunikasi komprehensif.
“Inisiatif seperti ini seharusnya dibentuk atas prinsip tata kelola baik, transparan, dan [berasal dari] konsultasi yang berarti.”
“Keputusan yang dapat mengubah masa depan komersial dan finansial olahraga ini memerlukan keterlibatan menyeluruh lebih dulu dengan konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan terkait sebelum apapun usulan yang diajukan kepada badan pengambil keputusan yang berwenang,” tulis pernyataan AFC.
Komentar serupa juga disampaikan CONCACAF. Meski dipercaya Piala Dunia digelar di wilayah mereka untuk edisi teranyar, sikap kritis turut dilontarkan karena merasa prihatin dengan sikap FIFA.
“CONCACAF baru mengetahui masalah ini melalui laporan media dan kemudian melalui rilis media. Kami sangat prihatin dengan tidak adanya prosedur yang semestinya.”
“Kami turut merasakan kekecewaan banyak pihak di kawasan kami maupun dalam dunia sepak bola atas fakta bahwa rincian mendalam ini telah disusun dan dipublikasikan sebelum adanya diskusi dengan badan pengatur serta pemangku kepentingan terkait,” bunyi pernyataan CONCACAF.
Sebelumnya, FIFA berencana menjual saham Piala Dunia kepada pihak swasta. Badan sepak bola yang dipimpin Gianni Infantino itu justru memberi ultimatum kepada asosiasi anggota untuk mendukung rencana penjualan saham itu. Jika tak sejalan, maka anggota termasuk PSSI bisa kehilangan potensi kucuran dana total US$40 juta atau Rp723 miliar dari saham yang dilepas ke swasta tersebut.
“Kesempatan pendanaan yang istimewa hanya untuk anggota asosiasi yang berharap berpartisipasi [memberi dukungan], dengan keputusan mereka harus dibuat pada 19 September 2026 sehingga kami bisa memaparkan rencana ke depan dan dana tersebut akan segera tersedia pada 1 Januari 2027,” tulis Infantino dalam suratnya ke 211 negara anggota FIFA.
(CNN Indonesia)
Diterbitkan tanggal 30 Juli 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post