Megapolis
Iklan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha
No Result
View All Result
Megapolis
No Result
View All Result
Home Ekbis

28 Tahun Menunggu! Proyek Abadi Blok Masela Resmi Jalan, Ini Dampaknya

admin by admin
Kamis, 16 Juli 2026 - 17:25
di Ekbis, Nasional
0
28 Tahun Menunggu! Proyek Abadi Blok Masela Resmi Jalan, Ini Dampaknya
50
SHARES
745
VIEWS

MEGAPOLIS.ID, JAKARTA – Proyek Abadi Blok Masela akhirnya memasuki fase groundbreaking setelah hampir tiga dekade berada di meja perencanaan. Groundbreaking yang digelar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026), menjadi titik balik bagi salah satu proyek gas terbesar yang pernah dikembangkan Indonesia.

Bagi industri migas, agenda ini berarti proyek bernilai sekitar US$20-22 miliar atau setara Rp300 triliun mulai bergerak dari tahap desain menuju pembangunan fisik.

Perjalanan Blok Masela memang tidak singkat. Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) diteken pada 1998, sementara penemuan Lapangan Abadi membuka harapan baru atas besarnya cadangan gas di Laut Arafura.

Sejak saat itu, proyek berkali-kali mengalami penyesuaian akibat perubahan konsep pengembangan, pergantian mitra, hingga penyelesaian pembebasan lahan.

Lapangan Abadi berada sekitar 150 kilometer di selatan Pulau Yamdena, Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Lokasinya berada di laut dalam sehingga pengembangannya membutuhkan investasi besar dan teknologi dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Faktor tersebut menjadi salah satu alasan mengapa proyek ini membutuhkan waktu panjang sebelum memasuki tahap konstruksi.

Nilai ekonominya pun sangat besar. Pemerintah memperkirakan investasi mencapai US$20-22 miliar.

Angka tersebut menempatkan Masela sebagai salah satu investasi hulu migas terbesar di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.

Proyek ini dikelola oleh INPEX Masela Ltd. sebagai operator dengan kepemilikan 65%. PT Pertamina Hulu Energi menguasai 20%, sedangkan Petronas Masela Sdn. Bhd. memiliki 15%. Struktur tersebut terbentuk setelah Shell memutuskan melepas kepemilikannya beberapa tahun lalu.

Konsep pengembangannya membuat Masela berbeda dibanding proyek gas lain.

Pada awalnya, fasilitas pencairan gas dirancang menggunakan Floating LNG (FLNG) di tengah laut.

Pemerintah kemudian mengubah arah kebijakan dan memilih pembangunan kilang LNG di darat agar dampak ekonominya lebih besar bagi kawasan Maluku.

Keputusan tersebut membuat hampir seluruh rancangan teknik harus disusun ulang, termasuk kajian Front End Engineering Design (FEED), sehingga jadwal proyek kembali bergeser. Kini seluruh tahapan tersebut telah dilalui.

Pemerintah menetapkan Proyek Abadi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sementara berbagai persoalan perizinan, pembebasan lahan, serta koordinasi dengan masyarakat berhasil diselesaikan menjelang pertengahan 2026.

Dari sisi produksi, Masela diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung pasokan gas Indonesia pada akhir dekade ini.

Lapangan Abadi diperkirakan memiliki cadangan sekitar 3,06 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 119 juta barel kondensat.

Setelah beroperasi, proyek ini ditargetkan menghasilkan sekitar 10,5 juta ton LNG per tahun (MMTPA) serta memasok sekitar 1,5 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD) untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

Target produksi perdana dipasang pada periode 2029-2030. Masela hadir pada saat Indonesia menghadapi tantangan menjaga pasokan gas jangka panjang.

Sejumlah lapangan migas yang selama ini menopang produksi nasional mulai mengalami penurunan alamiah (natural decline), sementara kebutuhan gas untuk industri, pembangkit listrik, petrokimia, hingga program hilirisasi terus meningkat.

Tambahan pasokan dari Lapangan Abadi diharapkan membantu menjaga keseimbangan pasar gas domestik sekaligus mempertahankan posisi Indonesia sebagai eksportir LNG.

Dampaknya juga diperkirakan terasa di kawasan timur Indonesia.

Pembangunan kilang LNG, jaringan pipa bawah laut, fasilitas produksi lepas pantai, pelabuhan, hingga infrastruktur pendukung diproyeksikan meningkatkan aktivitas ekonomi di Kepulauan Tanimbar.

Permintaan terhadap jasa konstruksi, logistik, transportasi, akomodasi, serta tenaga kerja lokal diperkirakan meningkat seiring berlangsungnya pembangunan selama beberapa tahun ke depan.

Groundbreaking bukan berarti seluruh tantangan telah selesai.

Tahap konstruksi proyek migas skala raksasa memerlukan disiplin biaya, kepastian jadwal, serta koordinasi lintas lembaga agar target produksi pada akhir dekade ini dapat tercapai.(sumber: CNBC)

Diterbitkan tanggal 16 Juli 2026 by admin

Tags: Kepulauan TanimbarProyek Abadi Blok MaselaProyek Gas Terbesar
Berita Sebelumnya

Mendagri Sebut Gaji Kepala Daerah Rp6 Juta, padahal Kampanye dan Timses Biayanya Tinggi

admin

admin

Discussion about this post

Widget weather
  • Trending
  • Komentar
  • Terbaru
Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

Warga Banjarmasin Laporkan Dugaan Penipuan Janji Pernikahan, Mengaku Dirugikan Rp1,6 Miliar

22 Desember 2025
Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

Kadisdik Serahkan 15 Izin Operasional PAUD Negeri

16 April 2025
Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

Mulai Hari Ini Tarif Parkir di Kota Banjarmasin Turun

30 Mei 2025
Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

Jelang Penetapan Aditya di Pilkada Banjarbaru, Fitnah Terarah untuk Vivi Zubedi!

20 September 2024
Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

Paul Pogba, Mantan Pemain Termahal di Dunia yang Sedang Merana

0
Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

Menagih Janji Presiden FIFA, Jadikan Piala AFF sebagai Agenda Resmi FIFA!

0
Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

Jelang Hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Gelar TC

0
Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

Tamu dari Malaysia Takjub dengan Keindahan Destinasi Wisata di Kotabaru

0
28 Tahun Menunggu! Proyek Abadi Blok Masela Resmi Jalan, Ini Dampaknya

28 Tahun Menunggu! Proyek Abadi Blok Masela Resmi Jalan, Ini Dampaknya

16 Juli 2026
Mendagri Sebut Gaji Kepala Daerah Rp6 Juta, padahal Kampanye dan Timses Biayanya Tinggi

Mendagri Sebut Gaji Kepala Daerah Rp6 Juta, padahal Kampanye dan Timses Biayanya Tinggi

16 Juli 2026
Menteri PU: 6.000 Pegawai Terindikasi Judol, 4.000 Bohong soal Absen

Menteri PU: 6.000 Pegawai Terindikasi Judol, 4.000 Bohong soal Absen

16 Juli 2026
Pemkab Kotabaru Studi Lapangan dan FGD TPA Sungup, Siapkan Langkah Mitigasi dan Bentuk Satgas Persampahan

Pemkab Kotabaru Studi Lapangan dan FGD TPA Sungup, Siapkan Langkah Mitigasi dan Bentuk Satgas Persampahan

16 Juli 2026

Berita Baru

28 Tahun Menunggu! Proyek Abadi Blok Masela Resmi Jalan, Ini Dampaknya

28 Tahun Menunggu! Proyek Abadi Blok Masela Resmi Jalan, Ini Dampaknya

16 Juli 2026
Mendagri Sebut Gaji Kepala Daerah Rp6 Juta, padahal Kampanye dan Timses Biayanya Tinggi

Mendagri Sebut Gaji Kepala Daerah Rp6 Juta, padahal Kampanye dan Timses Biayanya Tinggi

16 Juli 2026
Menteri PU: 6.000 Pegawai Terindikasi Judol, 4.000 Bohong soal Absen

Menteri PU: 6.000 Pegawai Terindikasi Judol, 4.000 Bohong soal Absen

16 Juli 2026
Pemkab Kotabaru Studi Lapangan dan FGD TPA Sungup, Siapkan Langkah Mitigasi dan Bentuk Satgas Persampahan

Pemkab Kotabaru Studi Lapangan dan FGD TPA Sungup, Siapkan Langkah Mitigasi dan Bentuk Satgas Persampahan

16 Juli 2026
Megapolis

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.

  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Global
  • Ekbis
  • Kalimantan
    • Kalimantan Selatan
      • Pemprov Kalsel
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Banjar
      • Balangan
      • Tanah Laut
      • Tanah Bumbu
      • Tapin
      • Tabalong
      • Kotabaru
      • DPRD Kotabaru
      • Hulu Sungai Utara
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Selatan
    • Kalimantan Tengah
      • Barito Selatan
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Barito Selatan
      • Kapuas
      • Palangkaraya
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Barat
  • Hukum & Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sport
  • Ragam
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Opini
    • Otomotif
  • Advertorial
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Yamaha

© 2022 Megapolis - Banjarmasin Kalimantan Selatan.