MEGAPOLIS.ID, KOTABARU – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant 12 Tarjun kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Confined Space Rescue atau penyelamatan di ruang terbatas.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Juni 2026, di I-Shelter Indocement Tarjun tersebut diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai unsur. Peserta berasal dari karyawan perusahaan, mitra kerja, relawan kebencanaan, hingga personel tim pemadam kebakaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program “Indocement Baik” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi antara Indocement, PERTAPINDO, MDMC Kabupaten Kotabaru, dan Trustone.
Selama pelatihan, para peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi penggunaan peralatan penyelamatan, teknik evakuasi korban, penggunaan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), sistem tali (rope rescue), hingga simulasi penanganan keadaan darurat di ruang terbatas.
SHECSR Department Head PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant 12 Tarjun, Eva Ariani, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat, khususnya pada pekerjaan berisiko tinggi.
“Pelatihan ini memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kompetensi, kesiapsiagaan, serta keterampilan peserta dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi di ruang terbatas,” ujar Eva Ariani.
Menurutnya, kemampuan penyelamatan di ruang terbatas merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki personel yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat.
Eva menambahkan, melalui kegiatan ini Indocement berharap dapat menciptakan sumber daya manusia yang lebih kompeten, tangguh, dan siap mendukung upaya penyelamatan serta penanggulangan keadaan darurat.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara dunia industri, organisasi kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi yang baik, kita dapat bersama-sama membangun kompetensi, memperkuat keselamatan, dan menciptakan tim penyelamat yang siap menghadapi setiap tantangan,” tuturnya.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, Indocement kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keselamatan kerja, sekaligus memperkuat budaya K3 di lingkungan perusahaan maupun masyarakat sekitar.
Dengan personel yang semakin terlatih dan siap siaga, diharapkan upaya penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan profesional. (mia)
Diterbitkan tanggal 21 Juni 2026 by admin












Discussion about this post