MEGAPOLIS.ID, BANJARMASIN – Sejumlah seniman dari berbagai lintas disiplin meluncurkan sebuah wadah apresiasi dan kolaborasi baru yang dinamakan “Ruang 17”. Kegiatan peluncuran ini berlangsung hangat di pelataran panggung Bachtiar Sanderta, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (17/6) sore, mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WITA.
Wadah ini dibentuk sebagai respons atas keresahan para pelaku seni yang merasa semakin berjarak dan terasing di lingkungan mereka sendiri.
Perwakilan seniman, Fierhansyah, mengungkapkan bahwa gerakan ini bertujuan untuk merangkul kembali seluruh ekosistem seni dari yang muda hingga senior.
”Kami ingin mengembalikan semangat kebersamaan dalam berkesenian. Bahasa Banjarmasin-nya, kita ingin bakatahuan (saling mengenal dan peduli) antar sesama seniman. Jadi tidak ada lagi istilah kita datang ke Taman Budaya tapi merasa asing seperti alien,” ujarnya.
Seniman lainnya, Syahriel M. Noor atau yang akrab disapa Ariel Lawang, menambahkan bahwa gerakan ini terinspirasi dari kegiatan serupa yang pernah ada sebelumnya, yaitu Ekspresi 17. Namun, jika kegiatan terdahulu hanya diinisiasi oleh satu komunitas, “Ruang 17” kini hadir dengan merangkul seluruh komunitas seni yang ada.

Hidupkan Kembali Happening Art Lintas Disiplin
“Ruang 17” diproyeksikan menjadi ruang ekspresi yang sangat bebas dan inklusif.
Berbagai cabang kesenian dipastikan akan terlibat di dalamnya, mulai dari seni musik, tari, teater, pantomim, sastra, hingga seni rupa.
Dalam pelaksanaannya, wadah ini juga akan menampilkan bentuk happening art sebagai media berekspresi. Melalui pendekatan seni dan gaya artistik yang khas, para seniman juga berencana untuk merespon berbagai isu-isu terkini secara damai dan menyentuh, tanpa memberikan kesan menghakimi.
Rutin Setiap Tanggal 17
Guna menjaga konsistensi dan atmosfer dunia seni budaya, ajang “Ruang 17” direncanakan akan digelar secara rutin setiap bulan pada tanggal 17 dengan mengusung tema yang berbeda-beda.
Untuk edisi perdana ini, tema yang diangkat adalah “Penyemangat”, yang berfungsi sebagai pengawal sekaligus pemicu bangkitnya energi kolaborasi.
Para seniman berharap gerakan ini dapat terus berkembang secara dinamis.
Mereka menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang, karena tanpa adanya keterbacaan dan kerja sama antardisiplin seni, upaya-upaya yang dilakukan ke depan dikhawatirkan akan terasa hambar. Melalui sinergi ini, seluruh pelaku seni diharapkan dapat bersama-sama mengawal ekosistem seni budaya di Kalimantan Selatan agar semakin hidup.(Rizky)
Diterbitkan tanggal 17 Juni 2026 by admin












Discussion about this post