MEGAPOLIS.ID – Kontroversi Piala Dunia 2026 kembali memanas. Kali ini, Federasi Sepak Bola Iran mengklaim jatah tiket resmi untuk suporter mereka dicabut oleh pihak Amerika Serikat hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai.
Padahal, ribuan pendukung Iran disebut sudah memesan perjalanan, tiket pertandingan, hingga akomodasi untuk mendukung tim nasional mereka di Amerika Utara.
Piala Dunia 2026 sendiri akan resmi dibuka pada 11 Juni dengan pertandingan Meksiko kontra Afrika Selatan di Mexico City. Turnamen ini digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun jelang kick-off, berbagai masalah terkait visa dan akses masuk ke AS mulai bermunculan. Sejumlah fans Skotlandia dilaporkan mengalami perubahan status ESTA secara mendadak, sementara puluhan suporter Maroko juga disebut gagal memperoleh visa meski sudah mengeluarkan biaya besar.
Kini, Iran menjadi negara terbaru yang mengeluhkan perlakuan tersebut.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyebut jatah tiket yang sebelumnya telah diberikan FIFA mendadak ditarik kembali. Situasi itu membuat federasi tidak lagi bisa menyalurkan tiket resmi kepada para pendukung tim nasional.
“Federasi sebelumnya sudah memulai proses penjualan tiket pertandingan melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir melalui situs resmi,” tulis pernyataan FFIRI.
“Namun secara mengejutkan, kuota tiket untuk Federasi Sepak Bola Iran dicabut. Dalam kondisi saat ini, kami bahkan tidak bisa menyediakan satu tiket pun kepada suporter tim nasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di wilayah Amerika Serikat. Mereka akan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni, Belgia pada 21 Juni, dan Mesir pada 26 Juni.
Situasi Iran memang menjadi sorotan sejak awal karena hubungan politik yang memanas dengan Amerika Serikat. Sempat muncul spekulasi Iran akan mundur dari turnamen, tetapi skuad akhirnya tetap berangkat dan tiba di Meksiko akhir pekan lalu setelah mendapatkan visa masuk.
Meski demikian, beberapa staf tim dilaporkan gagal ikut berangkat karena izin masuk mereka ditolak.
Dalam pernyataannya, FFIRI juga meminta FIFA dan panitia penyelenggara menjaga netralitas serta tidak membiarkan urusan politik mencederai semangat sepak bola.
“Menghalangi akses suporter Iran terhadap kuota tiket resmi bertentangan dengan prinsip kesetaraan dalam kompetisi internasional,” tulis federasi Iran.
“Muncul pertanyaan serius mengenai campur tangan faktor non-olahraga dan politik dalam penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar dunia.”
Federasi Iran menegaskan para pendukung mereka selama ini selalu menghormati aturan di setiap turnamen internasional. Karena itu, mereka berharap hak para suporter Iran diperlakukan sama seperti negara peserta lainnya.
Kasus ini menambah daftar polemik yang menyelimuti Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya wasit Somalia Omar Artan juga ditolak masuk ke Amerika Serikat meski berstatus ofisial resmi FIFA.
(Okezone)
Diterbitkan tanggal 10 Juni 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post