MEGAPOLIS.ID – Rider Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli, mengungkap salah satumasalah yang sedang dialami Ducati pada MotoGP musim ini. Kata Morbidelli, motor racikan pabrikan Italia tersebut tak lagi segarang dulu saat memulai balapan.
Dalam beberapa musim terakhir, Ducati dikenal sebagai motor dengan start terbaik di grid MotoGP. Keunggulan itu didukung perangkat ride height device yang bikin motor bisa melesat cepat saat lampu start padam. Namun musim ini, sejumlah pebalap Ducati justru mengeluhkan masalah saat melakukan start.
Francesco Bagnaia menjadi salah satu pebalap yang paling vokal membahas persoalan tersebut. Rider pabrikan Ducati itu bilang kesulitan menjaga motor tetap stabil saat melepas kopling di awal balapan.
“Sekarang, begitu saya mulai melepaskan kopling dengan sangat perlahan, motor langsung melakukan wheelie dan tak pernah kembali ke posisi semula,” jelas Bagnaia di Mugello, Italia.
“Jadi, sulit untuk mengubah sesuatu karena jika saya melepaskan kopling seperti yang saya inginkan, motornya akan melakukan wheelie dan saya selalu mundur di awal,” sambung dia.
“Dalam balapan, saya mulai dengan sangat lambat menggunakan kopling, tetapi begitu mencapai 80% pelepasan, motor langsung terangkat roda depannya. Hingga saya memasukkan gigi kedua, motor tidak kembali normal,” sambungnya.
Masalah serupa juga dirasakan Morbidelli saat tampil di MotoGP Italia. Morbidelli mengalami start buruk dan gagal bersaing di barisan depan. Dia bahkan membandingkan karakter Ducati GP24 yang dipakainya musim lalu dengan motor terbaru Ducati saat ini. Menurutnya, GP24 jauh lebih agresif dan mudah diajak melesat saat start.
“Saya rasa saya sudah mengatakan kemarin (Sabtu) bahwa GP24 itu seperti roket, motor tahun lalu,” terang Morbidelli, yang finis di urutan ke-14 dalam balapan tersebut.
“Motor tahun ini, kami sering melakukan wheelie, dan cukup sulit memulai dari garis start,” sambung dia. Pebalap Italia itu menilai, masalah utama Ducati adalah sulitnya mendapatkan pengaturan motor yang tepat agar bisa melakukan start sempurna.
“Banyak hal yang sulit pada motor ini, masalahnya adalah bagaimana menempatkannya pada rentang waktu yang tepat. Jika semuanya berada dalam kondisi yang tepat, maka Anda juga bisa melakukan start yang sangat cepat dengan motor ini. Jika semuanya berjalan lancar, Anda bisa menampilkan performa hebat dengan motor ini,” ujar Morbidelli.
(detiksport)
Diterbitkan tanggal 2 Juni 2026 by Muhamad Samani












Discussion about this post