MEGAPOLIS.ID, KUALA KAPUAS– Asap mungkin telah lama hilang, tetapi duka itu masih menggantung pekat di hati Nini Jariah (78). Di hadapannya, yang tersisa hanya puing dan arang—bekas rumah yang selama puluhan tahun menjadi saksi perjalanan hidupnya.
Rumah kayu berukuran 8 x 15 meter itu bukan sekadar tempat berteduh. Di sanalah ia membesarkan anak-anaknya, mengenyam harapan, dan menyimpan kenangan bersama sang suami yang telah lebih dulu berpulang. Dari dua belas anaknya, sembilan dilahirkan di rumah itu. Kini, semuanya lenyap dalam hitungan jam akibat kobaran api yang melalap pada Selasa sore.
Tatapan Nini kosong, sesekali ia menghela napas panjang. Seolah tak percaya, tempat yang ia jaga sejak 1980 kini hanya tinggal cerita.
Saat langkah Muhammad Wiyatno mendekat ke lokasi kebakaran pada Rabu (1/4/2026), suasana berubah menjadi haru. Tanpa banyak kata, Nini Jariah mendekat, lalu memeluk sang bupati dengan erat. Pelukan itu bukan sekadar sapaan, melainkan luapan kesedihan yang selama ini tertahan.
Di pundak pemimpin daerah itu, Nini seakan melarungkan seluruh pilu tentang rumah yang hilang, kenangan yang terbakar, dan harapan yang sempat runtuh.
Momen itu membuat suasana hening sejenak. Beberapa warga tampak menunduk, sebagian lainnya mengusap mata. Namun, di tengah keharuan, sang bupati berusaha menghadirkan sedikit kehangatan dengan candaan ringan, memancing senyum di antara luka yang masih terasa.
Kehadirannya bukan hanya membawa empati, tetapi juga bantuan nyata. Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan stimulan bagi korban kebakaran Rp30 juta untuk rumah rusak berat dan Rp10 juta untuk rusak ringan, disertai bantuan kebutuhan pokok.
Bagi Nini Jariah, bantuan itu mungkin belum mampu menggantikan semua yang hilang. Namun setidaknya, ia tidak sendiri. Ada tangan-tangan yang menguatkan, ada harapan yang perlahan kembali disusun.
Di atas puing-puing itu, hidup harus terus berjalan. Dan dari pelukan sederhana itu, tersirat pesan kuat: bahkan dalam kehilangan terdalam, masih ada kepedulian yang menghidupkan kembali harapan.(YAN)
Diterbitkan tanggal 3 April 2026 by admin













Discussion about this post