MEGAPOLIS.ID – Media sosial diramaikan seruan boikot Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat. Penyebabnya tak lepas dari kebijakan pemerintahan Donald Trump.
Amerika Serikat jadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026. Negeri Paman Sam menggelar pesta akbar sepakbola sedunia itu bersama Meksiko dan Kanada.
Gelaran Piala Dunia 2026 pun tinggal menghitung beberapa bulan saja. Ajang supremasi sepakbola tertinggi ini dimulai pada 11 Juni dan diikuti 48 tim nasional.
Meski Piala Dunia 2026 digelar di 3 negara, tapi mayoritas laga bakal berlangsung di Amerika Serikat. Dari 16 venue pertandingan, 11 di antaranya berada di AS.
Suara-suara penolakan terhadap AS menggema beberapa bulan jelang Piala Dunia 2026. Banyak penggemar melontarkan boikot menyaksikan Piala Dunia karena berbagai macam alasan.
Menukil Newsweek, fans ada yang memboikot Piala Dunia 2026 lantaran mahalnya harga tiket pertandingan. Paling anyar, boikot disuarakan menyusul langkah-langkah politik yang diambil orang nomor satu AS, Presiden Donald Trump.
Trump meningkatkan kebijakan ketat terhadap imigrasi yang masuk negaranya. Di tingkat internasional, AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang dituding punya relasi dengan kartel narkoba.
Perang AS dengan peredaran narkoba bahkan bisa merembet ke Meksiko. Trump menyatakan akan menargetkan kartel yang ‘menguasai’ negara tetangga mereka tersebut melalui serangan darat.
Di luar perang terhadap kartel narkoba, Trump juga punya hasrat menggabungkan Greenland, wilayah otonom milik Denmark, ke dalam AS. Salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk akuisisi pulau terbesar di dunia itu yakni lewat kekuatan militer.
“Hanya orang gila yang akan pergi ke #USA untuk Piala Dunia FIFA. Anda beruntung jika bisa keluar dari sana hidup-hidup. Bahkan jika Anda berkulit putih!” politisi Inggris George Galloway menuliskan di X.
“Halo Dunia, mari kita boikot Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat. Terima kasih,” akun X mantan profesor matematika dan ilmu komputer asal AS Eliot Jacobson ikut menyuarakan boikot.
Ini bukan kali pertama Piala Dunia menghadapi ancaman boikot. Pada edisi 2022 tuan rumah Qatar juga diancam boikot sebagai bentuk protes atas perlakuan negara kaya minyak itu terhadap pekerja migran, kelompok LGBTQ+, serta dugaan kejahatan HAM.
(detiksport)
Diterbitkan tanggal 12 Januari 2026 by Muhamad Samani














Discussion about this post